Berita Flores Timur

Budidaya Bonsai, Alfons Raih Untung Jutaan Hingga Melatih Kesabaran

Membudidayakan tanam bonsai telah lama dijalani Alfonsus Boli Puhun.Bukan hanya rupiah yang didapat,namun merawat bonsai juga melatih pikiran sabar.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Alfonsus Boli Puhun, pegiat bonsai di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Kamis 29 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Tak hanya menawarkan keindahan, tanaman bonsai atau miniatur pohon juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini dibuktikan Alfonsus Boli Puhun atau akrab disapa Sus, warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

Selama lima tahun merawat bonsai, Sus mengaku mendapat banyak keuntungan. Pundi-pundi rupiah perlahan masuk kantong bahkan tembus puluhan juta rupiah.

"Mulai fokus itu pada tahun 2017. Dua tahun setelah itu ada pengusaha dari Maumere datang beli puluhan jenis tanaman, harganya sampai Rp 20.000.000," ujarnya saat disambangi wartawan, Kamis 29 September 2022.

Sus menuturkan, banyak pelajaran yang diperoleh saat merawat bonsai. Butuh kesabaran tinggi, ketelitian, seni sesuai trend, dan tentunya konsistensi agar tanaman tidak mati sebelum bertunas.

Baca juga: Kunjungi Rutan Larantuka, Hakim PN Larantuka Minta WBP Ikut Program Pembinaan dengan Baik

Menurut dia, berinteraksi dengan tanaman bonsai membuatnya lebih rileks meski perawatan untuk satu tanaman bisa memakan waktu lima tahun.

"Dari awal saya sudah jatuh cinta dengan bonsai. Rawat bonsai seperti terapi pikiran. Beban pekerjaan terbayar saat saya lihat tanaman tumbuh subur," ungkapnya.

Sus menerapkan teknik pengkawatan agar ranting bonsai diatur sesuai selera dan perkembangan jaman. Lilitan kawat akan dibuka setelah ranting sudah terbentuk.

"Kalau ranting sudah terbentuk dan membesar, kawatnya saya buka. Jadi tidak lepas begitu saja," katanya.

Baca juga: Sekda Flotim dan Kalak BPBD Jalani Pemeriksaan Tambahan,Bendara Ditetapkan DPO

Metode itu, kata Sus, dipelajari dari media sosial. Sus sering membaca artikel dan menonton tutorial cara merawat tanaman bonsai di YouTube.

Meski pendapatan dalam sebulan tak menentu, namun ada saja orang yang datang menawarkan tanamannya dengan nilai jutaan rupiah.

"Pembeli biasanya dalam wilayah Flores Timur. Kadang ada juga yang dari Sikka dan Lembata," katanya.

Selain dijual, bonsai jenis santigi gunung, beringin, wahong sancang, sisir, mustam, asam tanjung, serut, kemuning, arabika, dan masih banyak lainnya dimanfaatkan untuk menghias rumah.

Baca juga: BPS Flores Timur Galang Kolaborasi Sukseskan Registrasi Sosial Ekonomi

Dikatakannya, Pemerintah Daerah Flores Timur mulai mengapresiasi pegiat tanaman hias dengan menggelar pameran bonsai di Taman Kota Larantuka belum lama ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved