Berita Maumere
Momen 50 Tahun Paroki Santo Thomas Morus Maumere dan Kisah Hidup Thomas Morus
Perayaan tersebut melibatkan seluruh umat Katolik di Paroki Santo Thomas Morus Maumere. Misa dilaksanakan di Gereja Paroki Santo Thomas Morus Maumere.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Syukuran-50-Tahun.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Paroki Santo Thomas Morus Maumere genap berusia 50 Tahun hari ini, Kamis 29 September 2022.
Dalam rangka merayakan pesta emas berdirinya Paroki Santo Thomas Morus Maumere, digelar misa syukur yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr.
Perayaan tersebut melibatkan seluruh umat Katolik di Paroki Santo Thomas Morus Maumere. Misa dilaksanakan di Gereja Paroki Santo Thomas Morus Maumere.
Pantauan TribunFlores.com, tampak juga imam konseleberan mendampingi Uskup Ewald dalam perayaan syukur itu.
Baca juga: Jadwal Misa Minggu 18 September 2022 Paroki St. Thomas Morus Maumere, Lengkap dengan Nama Pastor
Semua umat yang hadir mengikuti perayaan misa dengan penuh khidmat. Terdapat sekitar ratusan orang menghadiri perayaan misa itu.
Diketahui, sebelum menyongsong perayaan 50 Tahun lahirnya Paroki Santo Thomas Morus, pastor paroki bersama umat menggelar berbagai kegiatan.
Diantaranya, jalan sehat yang melibatkan hampir seluruh umat, selain itu ada pertandingan bola voli putra dan putri pertandingan futsal, kuis kitab suci, dan lomba paduan suara.
Kisah Hidup Thomas Morus
Nama Paroki ini diambil dari nama Santo Thomas Morus atau lebih dikenal Thomas Moore.
Alasan nama Santo ini dipakai sebagai nama Paroki tentunya berlandas pada cara hidup dari orang kudus tersebut yang bisa menjadi inspirasi dan teladan hidup perjalanan paroki ini kedepan.
Sekilas sejarah tentang orang kudus yang bernama, Thomas Moore atau Thomas Morus.
Thomas Morus adalah martir Inggris, negarawan dan pengacara terkenal. Ia menjadi lambang kebanggaan para pengacara. Ia lahir di London pada tanggal 6 Februari 1478. Ayahnya Sir John Moore adalah seorang pengacara dan hakim pada Mahkamah Kerajaan. Ibunya Agnes Granger adalah seorang ibu yang saleh.
Baca juga: Uskup Maumere Pimpin Misa Syukur 50 Tahun Paroki Santo Thomas Morus
Ketika memasuki usia remaja, Thomas memulai pendidikannya di Sekolah Santo Antonius di London. Kira-kira pada tahun 1490, ia menjadi pelayan Kardinal John Morton, Uskup Agung Carterbury.
Di sana, ia mendapat pelajaran Bahasa Yunani di bawah bimbingan William Grocyn. Setelah itu ia memasuki pendidikan dalam bidang hukum di London. Setelah menyelesaikan studi hukum itu, ia menjadi anggota Parlemen pada tahun 1504.
Minatnya pada sastra klasik sangat besar. Oleh karena itu ia belajar lagi karya-karya klasik dari Aristoteles dalam bahasa Yunani. Selain mahir dalam bahasa Yunani, Thomas pun mahir berbahasa Latin dan Prancis, serta ahli di bidang sejarah, ilmu pasti dan musik.
Keahlian-keahliannya ini membuat dia menjadi seorang pengacara yang populer tetapi juga orang yang ragu-ragu akan panggilan imamat yang sudah lama bergolak dalam batinnya.
Baca juga: Jadwal Misa Minggu 18 September 2022 Paroki St. Thomas Morus Maumere, Lengkap dengan Nama Pastor
Atas nasihat Pastor John Colet, pembimbing rohaninya, Thomas akhirnya mengambil keputusan untuk tetap menjadi awam Katolik yang berkecimpung dalam bidang politik.
la kemudian menikah dengan Jane Colt pada tahun 1505. Tuhan mengaruniakan kepadanya tiga orang putri dan seorang putra. Sepeninggal istrinya Jane Colt pada tahun 1511, Thomas menikah lagi dengan Alice Maddleton seorang janda.
Thomas benar-benar seorang awam Katolik yang beriman. Hidupnya sangat sederhana. Ia tidak pernah menerima uang semir untuk semua perkara yang ditanganinya.
la bahkan berhasil memberantas korupsi dan kemalasan di dalam kantor Pengadilan Kerajaan. Sampai akhir hidupnya, ia tetap setia menjalankan tapa, doa dan renungan setiap hari.
Baca juga: Bank NTT Bagi Sukacita Natal untuk Umat Paroki Thomas Morus dan Jemaat Kalvari
Seluruh anggota keluarganya setiap pagi diajaknya berdoa pagi dan malam. Pada waktu makan siang, mereka mendengarkan bacaan Kitab Suci atau riwayat Orang-orang Kudus. Dia sendiri setiap hari Jumat merenungkan sengsara Tuhan serta berbuat amal kepada orang-orang yang berkesusahan.
Keahliannya di bidang hukum dan sastra klasik membuat dia dikenal banyak orang hingga di luar negeri. Rumahnya ramai dikunjungi orang dan menjadi tempat pertemuan para ilmuwan dan seniman dari berbagai negara. Rakyat jelata sangat menyegani dan menghormatinya.
Oleh karena itu, demi keberhasilan usahanya untuk memisahkan Gereja Inggris dari pengaruh Roma, Raja Henry VIII mengangkat dia menjadi Kanselir Kerajaan. Demi menunjukkan kepatuhannya kepada raja, Thomas menerima tugas ini.
Tetapi tiga tahun kemudian ia mengundurkan diri sebagai protes terhadap tindakan Raja Henry VIII yang ingin kawin lagi secara tidak sah dan ingin mengangkat dirinya sebagai Kepala Gereja di Inggris. Ia mengasingkan diri ke pedalaman. Karena tidak menghadiri perkawinan raja dengan selirnya maka Thomas ditangkap.
Baca juga: Jadwal Misa Minggu 18 September 2022 Paroki St. Thomas Morus Maumere, Lengkap dengan Nama Pastor
Namun beberapa hari berikutnya ia dibebaskan lagi. la dipanggil untuk mengucapkan sumpah setia kepada raja dan semua tindakannya, terutama sumpah untuk mengakui raja sebagai Kepala Gereja di Inggris. la bersama Uskup John Fischer menolak untuk bersumpah. Bersama Uskup John Fischer, Thomas dipenjarakan lagi. Harta milik keluarganya disita.
Keluarganya sangat menderita karena peristiwa itu. Mereka meminta Thomas agar mengikuti saja kehendak raja seperti dilakukan banyak Uskup. Tetapi Thomas menolak permintaan keluarganya itu dan tidak mau ikut main sandiwara. la dengan setia mengikuti bisikan suara hati dan keyakinannya.
Atas pertanyaan hakim: Apakah engkau menganggap dirimu lebih bijaksana dan jujur daripada uskup-uskup dan pembesar-pembesar kerajaan ini?, Thomas dengan tegas menjawab: Meski uskup-uskup tidak sependapat dengan aku, ada ratusan orang kudus yang mendukung aku, meski parlemen tidak sependapat dengan aku, aku didukung oleh konsili-konsili umum yang telah berkali-kali diadakan, meski seluruh kerajaan tidak sependapat dengan aku, seluruh kerajaan Kristen sependapat dengan aku.
Karena ketegasan dan pendiriannya itu, kepalanya dipenggal pada tanggal 6 Juli 1535. la mati sebagai seorang martir, seorang awam Katolik yang beriman. (Cr1)