Berita NTT

Korban Penikaman di NTT Meninggal Dunia, Terduga Pelaku Masuk DPO Polisi

Menurut Kapolsek Maulafa awalnya korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSIA Leona Kupang dan menginap satu malam.

Editor: Gordy Donovan
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Meninggal dunia. Seorang pria di Kota Kupang NTT diduga korban penikaman sudah meninggal dunia. Polsek Maulafa kini menetapkan terduga pelaku sebagai DPO Polisi. Polisi sedang melacak keberadaan terduga pelaku. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Korban penikaman Senjata Tajam pasca meneguk Minuman Keras (miras) bernama Junefer Desimson Nalle telah meninggal dunia.

Kapolsek Maulafa Kompol Anthonius Mengga, Kamis 29 September 2022 malam, menjelaskan korban meninggal dunia sekitar pukul 15.55 Wita.

Menurut Kapolsek Maulafa awalnya korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSIA Leona Kupang dan menginap satu malam.

Akan tetapi korban tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS, sehingga dia memaksakan untuk pulang ke kos yang ditempatinya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Flores Jumat 30 September 2022, Sebagian Wilayah Cerah Berawan

Namun, korban setelah mengalami muntah darah karena kondisinya kritis sehingga korban dibawa ke RSB Bhayangkara sekitar pukul 06.00 Wita.

Kemudian pada pukul 07.00 Wita, korban menjalani operasi selama satu jam lamanya, dan setelah itu penanganan medis pasca operasi.

Namun kondisi korban yang terus menurun membuatnya kritis hingga akhirnya meregang nyawa.

Pelaku Masih DPO

Sementara itu pelaku penikaman bernama Hanis Selan alias Hansen yang usai menikam korban langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Saat ini Pihak Kepolisian Sektor Maulafa telah menetapkan pelaku dalam Daftar pencarian orang (DPO) dan telah melacak keberadaan pelaku.

Sedangkan informasi yang diperoleh di kampung halamannya, Ayotupas, Amanatun Utara, Kabupaten TTS, pelaku tidak berada di sana, dan kemungkinan masih berada di wilayah Kupang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 Tentang Penganiayaan yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Baca juga: Momen Iriana Jokowi Lihat Komodo, Tanam Kesambi di Pulau Rinca Kawasan Taman Nasonal Komodo

Anthon menambahkan, korban penganiayaan mengalami luka serius di bagian pinggang karena ditusuk dengan sebilah pisau oleh pelaku.

Setelah dianiaya, korban mengalami pendarahan sehingga korban dibawa oleh para saksi yang saat itu bersama korban ke Rumah Sakit Leona Kupang guna mendapatkan perawatan medis.

Terkait kronologi kejadiannya, bermula Selasa 27 September 2022 sekitar pukul 13.00 Wita, korban, tersangka dan delapan orang rekannya duduk bersama meneguk miras jenis sopi di depan Swalayan Roxi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved