Breaking News:

Berita Flores Timur

Perang Tanah Ulayat SMPK Isidorus Lewotala Flotim Bikin Ciut Penonton

Pelajar SMPK St.Isidorus Lewotala,Flores Timur menampilkan tarian Leo Tenada dalam kompetisi paduan suara dan tarian etnik NTT diadakan Bank NTT.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
PelajarSMPK Santo Isidorus Lewotala memperagakan tarian perang Leo Tenada dalam kompetisi paduan suara dan tarian etnik daerah yang diselenggarakan Bank NTT di Aula SCC Maumere, Minggu 2 Oktober 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Ratusan pasang mata terpukau dengan tarian perang yang dibawakan siswa SMPK Santo Isidorus Lewotala dalam kompetisi paduan suara dan tarian etnik daerah yang diselenggarakan Bank NTT di Aula SCC Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu 2 September 2022.

Sekolah beralamat di Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur menampilkan tarian Leo Tenada yang menggambarkan kisah suka cita menang perang masa lampau.

Meski atribut perang tidak membuat badan tersayat, namun mental penonton tampak ciut saat penari turun dari panggung sambil mengarahkan busur panahnya.

Perawakan penari semakin sangar dengan gestur tubuhnya seperti mengusir musuh di medan perang. Mereka memakai busana adat seperti sarung tenun motif Lamaholot dan atribut lain berbahan lontar.

Baca juga: Forum Pengurangan Resiko Bencana dan Pemda Flores Timur Antisipasi Resiko Bencana

Yosef N. Sukun, guru SMPK Santo Isidorus Lewotala mengatakan, tarian Leo Tenada identik dengan cara warga masa lampau memperebutkan batas tanah ulayat.

"Tarian menggambarkan menang perang. Kisah ini berawal dari perselisihan antara masyarakat adat yang memperebutkan batas tanah," ujarnya kepada wartawan usai pementasan.

Ia bercerita, masyarakat akan menggelar seremonial adat jika berhasil mengusir musuh. Seremonial itu ditandai dengan tarian Leo Tenada sebagai ungkapan kegembiraan.

"Merayakan kemenangan dengan tarian ini, singkat ceritanya seperti itu," ujarnya.

Baca juga: BPS Flores Timur Galang Kolaborasi Sukseskan Registrasi Sosial Ekonomi

Untuk mematangkan penampilan, kata Yosef, pihaknya menjadwalkan sesi latihan selama dua bulan. Latihan didampingi sejumlah guru yang paham tentang tata cara tarian daerah.

"Latihan kurang lebih dua bulan. Penampilan hari ini baik karena berkat kerja sama semua pihak dalam lingkungan sekolah," ucapnya sambil tersenyum.

Ia mengaku bangga dengan siswanya yang tampil tanpa demam panggung. Aksi turun dari panggung merupakan metode menarik perhatian penonton. Penampilan hari ini merupakan ajang promosi salah satu tarian daerah kebanggaan masyarakat Flores Timur.

Yosef berharap Bank NTT terus menggelar kompetisi paduan suara dan tarian etnik kontemporer agar kreativitas siswa dan budaya masing-masing daerah tetap terawat.

Baca juga: 100 Nelayan Flores Timur Ikut Pelatihan Penangkapan Ikan Berbasis Digital

"Semoga kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank NTT," tuturnya.

Berita Lembata lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved