Berita Flores Timur

Bendahara BPBD Flores Timur Buronan Kasus Korupsi Kejaksaan Negri

Tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19 BPBD Kabupaten Flores Timur menyandang buronan penyidik Kejaksaan Negeri Flores karena mangkir tiga kali.

Editor: Egy Moa
DOK.KEJARI FLOTIM
 PLT alias Petronela, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi covid-19 di Kabupaten Flotim 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah menetapkan tiga orang tersangka dugaan korupsi anggaran penanggulangan covid-19 tahun anggaran 2020.  Ketiga tersangka itu yakni Kepala BPBD, AHB, Sekretaris Daerah Flotim, dan Bendahara Pengeluaran BPBD Flotim, PLT alias Petronela. 

AHB dan PIG, telah ditahan sebelumnya oleh Kejari Flotim. Sedangkan Petronela hingga kini masih mangkir, meski dua kali telah dilakukan pemanggilan. Kejari menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Flotim, Bayu Setyo Pratama, S. H, M. H, yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Cornelis S. Oematan, S. H, mengakui  PLTi ditetapkan menjadi DPO Kejari Flotim.  Penetapan DPO  karena tersangka tidak memenuhi panggilan tim penyidik Tipidsus Kejari Flotim untuk diperiksa sebagai tersangka pada Kamis 29 September 2022.

“Kejari Flores Timur secara resmi menetapkan PLT masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka secara patut,” tegas Cornelis, Minggu 2 Oktober 2022.

Baca juga: Forum Pengurangan Resiko Bencana dan Pemda Flores Timur Antisipasi Resiko Bencana

Dikatakannya, tersangka dijadwalkan penyidik Tipidsus untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, namun hingga pukul 16 : 00 Wita, tersangka tidak juga memenuhi panggilan tersebut.

Karena tidak memenuhi panggilan penyidik Tipidsus Kejari Flotim, penyidik berupaya mencari tersangka dikediamannya, namun tidak ditemukan. Kejari Flotim secara resmi menetapkan PLT dalam DPO Kejaksaan.

Ditambahkan Cornelis, saat ini tim penyidik masuk melakukan  pelacakan terhadap Petronela Letek Toda alias PLT yang masuk dalam DPO Kejaksaan.

Ketika dihubungi lagi pada Senin, 3 Oktober 2022, Cornelis menyebut, status buron PLT masih berlangsung. Dalam pekan ini pihaknya akan merilis perkembangan mengenai pengerjaan terhadap Petronela.

Baca juga: BPS Flores Timur Galang Kolaborasi Sukseskan Registrasi Sosial Ekonomi

Perbuatan  ketiga tersangka merugikan keuangan negara hingga Rp 1,5 miliar. PLT memiliki nama lengkap Petronela Letek Toda diketahui berdomisili di RT 15/RW 07, Sarotari, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flotim. 

Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada  Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flotim yang menjabat sebagai bendahara pengeluaran BPBD Kabupaten Flores Timur.

Kajari Kabupaten Flotim, Bayu Setyo Pratama, S. H, M. H, yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Flotim, Cornelis S. Oematan, S. H, menegaskan, PLT tersangka dana Covid – 19, secara resmi ditetapkan sebagai DPO Kejari Kabupaten Flotim.

Cornelis menjelaskan, PLT ditetapkan sebagai DPO Kejari Kabupaten Flotim, setelah tersangka tidak memenuhi panggilan tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Flotim untuk diperiksa sebagai tersangka pada Kamis 29 September 2022.

Baca juga: Potensi Ikan Melimpah Jadi Ladang Usaha Anak Muda di Flores Timur

“Kejari Kabupaten Flores Timur secara resmi menetapkan PLT masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka secara patut,” tegas Cornelis, Minggu 2 Oktober 2022. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved