Berita Sikka

Gelora Samador Maumere Rusak oleh Vandalisme,Sampah Plastik dan Kotoran Hewan

Gelora Samador di Kota Maumere menjadi tempat bersejarah perayaan Tahun Maria Nasional yang dipimpin mendiang Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Potret depan Gelanggang Olahraga (Gelora) Samador Maumere, Kabupaten Sikka. Terdapat aksi vandalisme berupa coretan piloks di pintu masuk, Selasa 4 Oktober 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Hampir 33 tahun silam Kabupaten Sikka menjadi pusat perhatian dunia. Mendiang Paus Yohanes Paulus II datang ke Maumere memimpin perayaan Tahun Maria di altar Gelanggang Olahraga (Gelora) Samador.

Kenangan bersejarah itu masih melekat dalam benak warga Nian Tana Sikka. Mereka patut bangga karena arena olahraga sepak bola dijadikan tempat perayaan Tahun Maria dipimpin tokoh utama Katolik dunia.

Namun seiring waktu, Gelora Samador semakin memprihatinkan. Sampah plastik berseliweran di sisi luar dan dalam. Rumput liar pun menghimpit arena olahraga bersejarah tersebut.

Seperti yang disaksikan TRIBUNFLORES.COM, Selasa 4 Oktober 2022, altar tempat mendiang Paus Yohanes Paulus II memimpin perayaan Tahun Maria sudah tak semegah dulu. Banyak peliharaan ternak berkeliaran hingga meninggalkan kotoran.

Baca juga: Polisi Ceritakan Kronologi Pelajar di Sikka Lecehkan Dua Anak Kembar

Warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi Gelora Samador yang tak terawat bahkan jadi tempat peliharaan ternak. Mereka menilai pemerintah kurang serius mengurus arena olahraga kebanggaan Nian Sikka.

"Dulu lebih bagus karena masih terawat. Sekarang banyak orang pelihara kambing, sapi, dan kuda," kata seorang pria yang enggan menyebutkan nama.

Dia menuturkan, selain bersejarah karena dikunjungi mendiang Paus Yohanes Paulus II, Gelora Samador juga menjadi saksi tim Persami Maumere menjuarai kompetisi olahraga bergensi dan tertua di NTT, El Tari Memrorial Cup (ETMC) tahun 2015.

"Waktu itu Persami Maumere kalahkan Perse Ende dengan skor 2:1. Persami keluar sebagai juara," ceritanya.

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan 2 Anak Kembar di Sikka hendak Kabur ke Surabaya

Selain peliharaan ternak, kata dia, tembok kerap dijadikan sasaran aksi vandalisme sejumlah orang tak dikenal. Banyak coretan piloks mengotori pagar tembok, khususnya di bagian depan dan sisi selatan.

Dia memberi masukan kepada masyarakat setempat agar jangan memelihara ternak dalam lapangan. Masukan juga ditujukan kepada Pemerintah Daerah Sikka agar lebih serius merawat Gelora Samador yang dinilainya menjadi aset daerah bersejarah.

"Menurut saya, masyarakat harus menjaga kebersihan stadion, dan pemerintah mestinya merawat tempat ini agar mendukung altet sepak bola saat latihan. Paling tidak soal kebersihan," harapnya.

Kepala Bidang Aset Daerah Sikka, Johanis Marianto Ressi saat dikonfirmasi belum lama ini, mengakui kondisi fisik Gelora Samador sudah tak terawat kendati berada dalam tanggung jawab Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sikka.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Bekuk Pelajar SMA di Sikka, Diduga Lecehkan Dua Orang Anak Kembar

"Gelora Samador memang tanggung jawab BPKAD setelah sebelumnya dikelola Dinas PKO. Kita mengakui bahwa kondisi saat ini agak tidak terawat," ujarnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved