Berita Sikka
Hadayani Hidupi Keluarga dari Jualan Ikan Asin di Maumere
Penjual ikan asin di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka Hidup Keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/IKAN-ASIN.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Memanfaatkan pekarangan rumah dan peralatan seadanya, terlihat salah seorang pengrajin ikan asin tengah sibuk membolak-balik ikan yang dijemurnya di bawah terik mentari yang menyengat.
Itulah Hadayani namanya, penjual ikan asin di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Flores, NTT yang secara sigap menata satu per satu ikan laut yang akan dijemurnya.
Ikan hasil tangkapan tersebut dijemur kala panasnya matahari menyengat. Semua Demi menafkahi keluarga, cuaca demikian bukanlah halangan baginya.
Hadayani mengungkapkan sejak sepekan terakhir memang disibukkan dengan aktivitas menjemur ikan untuk dijadikan ikan asin.
Baca juga: Petronelab Belasan Tahun Jual Es Batu di PPI Alok Sikka Demi Hidupi Keluarga
Dia menyatakan ikan asin itu untuk memenuhi kebutuhan para pecinta konsumsi ikan asin di Kabupaten Sikka.
"Mumpung cuaca panas saya manfaatkan untuk menjemur ikan asin. Kalau cuaca enggak bersahabat susah untuk menjemur ikan asin. Selain itu, hasilnya kurang bagus. Ya, persiapan buat jualan di pasar-pasar yang ada di Sikka" kata Hadayani kepada TRIBUNFLORES.COM sembari membalik ikan asin yang dijemur, Rabu, 5 Oktober 2022 pagi.
Ibu tujuh anak itu menjelaskan minat ikan asin masyarakat Sikka cukup tinggi. Yang mana sebagian besar menyukai jenis ikan laut seperti ikan tembang, ikan layang dan ikan bawuang.
"Ikan asin tembang dihargai Rp 30 ribu/kg, asin layang Rp 40 ribu/kg dan asin bawuang Rp 60-70 ribu/kg. Ketiga jenis ikan asin ini akan saya siapkan stok lebih banyak," jelasnya.
Baca juga: Doa dan 1000 Lilin dari Tanah Nian Sikka untuk Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang
Dirinya juga menyetil hasil jualan ikan asin itu juga digunakan untuk membantu sang suami yang adalah seorang nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan biaya sekolah anaknya.
"Bapak adalah seorang nelayan, itu pun musiman. Jadi saya juga harus kerja sehingga kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak dapat dipenuhi," terangnya.
Lebih jauh Hadayani berhitung jika memproduksi ikan asin lebih awal, ia tidak akan kesulitan dalam menyiapkan kebutuhan para konsumen disetiap pasar. Untuk itu, dia lebih memilih menyediakan ikan asik sejak sekarang.
"Kalau tidak dimulai dari sekarang, saya yakin di nanti akan sangat repot jika kehabisan stok. Belum lagi saat musim hujan. Yang jelas, kalau sudah banyak seperti ini kan setidaknya sudah terlalu ringan dan tidak terlalu repot saat jalan pasar," kata dia.(Cr1)