Berita Nagekeo

Kasus Asusila di Mbay, Korban dan Pelaku Berdamai, Polisi Lanjutkan Kasus Hukum

Keluarga korban kasus pencabulan dan keluarga terduga pelaku mendatangi Polres Nagekeo di Mbay mengharapkan kasus ini diselesaikan secara damai.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PATRIANUS MEO DJAWA
Pertemuan tertutup membahas upaya damai antara keluarga korban dan pelaku dengan Kepolisian Resor Nagekeo di ruang konferensi pers Satreskrim Polres Nagekeo,Rabu 5 Oktober 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM,MBAY-Lima hari berlalu setelah kejadian, Bunga korban kasus pencabulan ditemani ibunya dan sanak keluarga datang ke Polres Nagakeo meminta kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan pelaku.

Niat damai kedua rumpun keluarga ini disampaikan langsung kepada  Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai, saat mereka menggelar pertemuan tertutup di ruang konferensi pers Satreskrim polres Nagekeo, Rabu sore, 5 Oktober 2022.

Kasat Reskrim Polres Nagekeo merespon baik niat damai kedua rumpun keluarga ini. Namun, harapan membebaskan  pelaku dari jeratan hukum sulit terwujud.

Menurut Rifai, perdamaian yang dimaksud oleh kedua keluarga adalah perdamaian sosial agar tidak ada masalah lain yang timbul ditengah masyarakat pasca kejadian pencabulan.

Sedangkan proses hukum terhadap laporan kasus pencabulan tetap diteruskan ke ranah hukum.

Baca juga: Karyawan SPBU di Mbay Jemput Perempuan di Kos Dibawa Ke Hutan

Menurut Rifai, kasus pencabulan merupakan kasus moral.  ba saat ini, belum ada aturan atau syarat lain yang memungkinkan agar kasus moral dapat diselesaikan melalui jalur restorasi justice (RJ).

" Karena ini berhubungan dengan kasus moral. Proses hukum tetap dilakukan demi perbaikan moral dan mental seksual pelaku untuk efek jera," ujar Iptu Rifai saat dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, Rabu, 5 Oktober 2022 di ruang kerjanya.

Rifai melanjutkan, meski korban atau pelapor sendiri meminta agar kasus pencabulan ini dihentikan karena keluarga telah sepakat berdamai, namun laporan kasus pencabulan tetap diproses hukum karena bukan termasuk delik aduan.

"Kalaupun ada surat pernyataan damai dari kedua belah pihak, tidak menghentikan proses hukum terhadap terduga pelaku. Surat damai tetap diterima Polisi dan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan hakim di pengadilan," ujar Rifai.

Baca juga: Tim Dinsos Nagekeo Pungut Sampah Sambil Ikut Karvanal Budaya Meriahkan HUT ke 77 RI di Kota Mbay

Sebelumnya diberitakan, SK (22)  oknum karyawan SPBU Mbay mendekam di sel tahanan Polsek Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Dia dilaporkan ke Kepolisian Resor Nagekeo atas tuduhan perbuatan pencabulan terhadap Bunga (22), di area hutan di sekitaran Paudo, Kelurahan Danga pada 30 September 2022 .

Berita Nagekeo lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved