Rabu, 22 April 2026

Riwayat Santo dan Santa Katolik

Riwayat Santo dan Santa Katolik Hari Ini, Teresa dari Avila Perawan dan Pujangga Gereja

Santo dan santa Katolik. Hari ini, Jumat 15 Oktober 2022, Gereja Katolik memperingati (peringatan wajib) Santa Teresa dari Avila.Dia Pujangga Gereja.

Tayang:
Editor: Laus Markus Goti
zoom-inlihat foto Riwayat Santo dan Santa Katolik Hari Ini, Teresa dari Avila Perawan dan Pujangga Gereja
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER JAIS O.CARM
INSPIRASI KATOLIK - Inspirasi renungan Katolik, Gereja memperingati Santa Teresa dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja, Sabtu 15 Oktober 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Santo dan santa Katolik. Hari ini, Jumat 15 Oktober 2022, Gereja Katolik memperingati (peringatan wajib) Santa Teresa dari Avila.

Santa Teresa dari Avila dikenal sebagai Pujangga Gereja.

Berikut kisah tentang Santa Teresa dari Avila.

Terlahir dengan nama Teresa Sanches Cepeda Davila y Ahumada di Avilla, Spanyol Tengah pada 28 Maret 1515.

Baca juga: Inspirasi Renungan Katolik Harian Sabtu 15 Oktober 2022, Teresa dari Avila Pujangga Gereja

 

Teresa dikenal sebagai salah seorang mistisi besar Gereja dan bersama Santa Katarina dari Siena digelar sebagai Pujangga Gereja.

Dia juga terkenal sebagai pembaharu corak hidup membiara di kalangan Ordo Suster-Suster Karmelit.

Tersesa memanfaatkan masa aktifnya sebagai seorang suster Karmelit dengan banyak menulis literatur - literatur mistik Katolik yang bernilai tinggi.

Dari buku autobiografinya, kita mengetahui banyak hal tentang kehidupannya sendiri dan keluarganya. Orang tuanya saleh dan disiplin, namun tidak kaku: dermawan, tetapi tidak boros.

Teresa adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara dari perkawinan kedua ayahnya, Alfonso Sanches de Cepeda dengan Beatrice Davilla y Ahumada.

Di rumah, Teresa mendapat pendidikan yang baik sehingga membuat dia berkembang menjadi seorang putri yang riang dan sangat aktif.

Baca juga: Inspirasi Renungan Katolik Hari Jumat 14 Oktober 2022 Jangan Takut

 

Semakin besar, Teresa semakin cantik dan menarik. Penampilannya sangat menyerupai ibunya.

Hanya saja, ia sadar akan keelokan wajahnya, dan akan jiwanya yang pesolek dan senang dikagumi.

Ayahnya cemas sekali akan perkembangannya sehingga cepat - cepat menyekolahkan dia di sebuah sekolah putri yang dikelola oleh Suster-Suster Santo Agustinus.

Di sana ia tinggal di asrama dengan disiplin yang keras. Cara hidup di dalam asrama itu membuat ia insyaf akan perilakunya yang kurang pada tempatnya.

Baca juga: Jadwal Kebaktian Minggu 16 Oktober 2022 di Gereja GMIT Kalvari Maumere

 

Sayangnya, ia sakit-sakitan dan akhirnya terpaksa kembali ke rumah setelah satu setengah tahun belajar di sekolah itu.

Pada 1538, tatkala berusia 21 tahun, ia masuk Biara Karmelit Inkarnasi di Avilla dengan nama “Teresa dari Yesus”.

Baginya, kehidupan membiara adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan jiwanya sendiri dan jiwa orang lain.

Namun, meskipun ia berhati teguh, hidupnya tampak kurang bergairah. Ia akrab dengan saudara-saudaranya dan tetangga sekitar.

Oleh karena itu, hatinya masih tertambat pada keluarganya, dan tidak tega untuk berpisah terus. Sebab, di rumah ia selalu senang dan tenteram, serta akrab sekali dengan saudara - saudaranya dan tetangga dekat.

Di biara ia memang melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Namun, ia bersikap acuh tak acuh terhadap kehidupan rohaninya, bahkan memandang remeh dosa-dosanya.

Baca juga: Profil dan Motto Tahbisan Imam Diakon Paping, Akan Ditahbiskan Menjadi Imam di Katedral Ruteng

 

Batinnya semakin kacau ketika ayahnya meninggal dunia. Ia jatuh sakit keras dan selama empat hari berada dalam keadaan koma seperti orang yang mendekati ajal. Kemudian, selama tiga tahun ia lumpuh.

Dalam penderitaan itu, ia banyak berdoa dan bersemadi sehingga hidup rohaninya berkembang pesat. Dia dikaruniai banyak rahmat sehingga sering mengalami ekstase.

Pengalamanpengalaman rohani itu membuat hatinya dipenuhi semangat cinta ilahi. Pada 1560 dalam extasenya, ia pernah menyaksikan kesengsaraan orang - orang di dalam neraka.

Sejak itu, ia mengalami suatu pertobatan batin yang radikal dan berdoa agar Yesus memperkenankan dia melayani-Nya dengan penuh kesetiaan. Dia pun berikrar untuk selalu berbuat yang lebih baik sesuai dengan kehendak Allah.

Baca juga: Kalimat yang Diucapkan Uskup Ruteng di Hadapan Jenazah Mgr. Hubertus Leteng

 

Pada usia 50-an, Teresa mencita - citakan suatu biara kecil di mana beberapa orang suster menghayati dengan lebih sungguh aturan-aturan asli Karmelit.

Bersama empat orang suster lain, ia mendirikan biara idamannya itu: “Biara Santo Yosef' di Avilla, pada 24 Agustus 1562.

Tujuan utamanya ialah untuk membarui semangat hidup suster-suster Karmelit sesuai dengan tujuan aslinya. Usahanya ini mendapat banyak tantangan. Namun, paus mendukung usaha pembaruannya itu.

Anggotanya terus bertambah dengan pesat. Selama 20 tahun berikutnya, Teresa menjelajahi seluruh Spanyol untuk menyebarluaskan ide pembaruannya itu, sambil mendirikan biara - biara semuanya berjumlah 15 meskipun dengan susah payah.

Ciri khas biaranya adalah kecil, miskin, tertutup terhadap dunia luar, dan berdisiplin keras. Semangat pembaruan yang dihidupkan Teresa menembus pula tembok Ordo Karmel lain yang ada pada masa itu.

Mereka pun mulai berbenah diri meneladani Teresa. Bersama Santo Yohanes dari Salib yang mempunyai semangat pembaruan yang sama dengannya, Teresa mendirikan pertapaan pertama bagi rahibrahib Karmelit di Duruelo.

Baca juga: Profil dan Motto Tahbisan Imam Diakon Milin, Akan Ditahbisakan di Gereja Katedral Ruteng

 

Untuk menjaga agar peraturan hidup para Karmelit dipegang teguh, Teresa menuliskannya dalam sebuah buku tebal. Selain itu, ia pun banyak menulis buku rohani yang berisi pengalaman-pengalaman rohaninya.

Buku-buku yang terkenal antara lain: Autobiografi berisi kisah hidupnya sejak kecil: Fondasi berisi uraian tentang upaya pembaruannya, Istana Batin berisi pengalamanpengalaman rohaninya.

Tulisan - tulisannya ini ditujukan terutama kepada para susternya. Namun, karena nilainya yang bersifat universal, Gereja menganggapnya sebagai khazanah iman Kristen yang tidak ternilai harganya bagi pengembangan iman.

Dengan demikian, tulisan-tulisannya itu menjadi kekayaan Gereja yang berisi ajaran rohani dan mistik Kristen yang dianggap berbobot bagi pembinaan iman umat, teristimewa di Spanyol.

Baca juga: Profil dan Motto Tahbisan Imam Diakon Milin, Akan Ditahbisakan di Gereja Katedral Ruteng

 

Wanita yang penuh wibawa, polos, cantik, dan menyenangkan itu jatuh sakit dan meninggal dunia di pangkuan Bd. Anne di Biara Alba de Tormes pada 24 Oktober 1582 dalam suatu perjalanan dari Burgos ke Avilla.

Beliau dinyatakan 'kudus' pada 1622 oleh Paus Gregorius XIV (1621-1623) dan diangkat sebagai pelindung Spanyol. (sumber buku 'Orang Kudus Sepanjang Tahun. Penyusun : Mgr. Nicolass Martinus Schneiders, CICM). (*)

Berita Santo - Santa Katolik Hari Ini Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved