Berita NTT
2.800 Peserta Hadiri Pesparani Nasional 2022 di Kupang
Ketua LP3KN,Adrianus Meliala mengatakan peserta Pesparani II Nasional di Kupang sebanyak 2.800 lebih kecil dibanding Pesparani I di Ambon 5.000 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PANITIA-PESPARANI-NASIONAL.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ray Rebon
TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Sejumlah 2.800 peserta dari 34 provinsi se-Indonesia akan meramaikan Pesta Paduan Suara Gerejani atau Pesparani Katolik ke II Tingkat Nasional di Kupang, Jumat 28 Oktober 2022.
Ketua LP3KN, Adrianus Eliasta Meliala kepada awak media di Kupang, Jumat 27 Oktober 2022 malam mengatakan dibandingkan dengan Pesprani Nasional ke I di Ambon, total pesertanya sebanyak 5.000 lebih dan di NTT mengalami penurunan peserta.
Terjadi penurunan peserta, kata Adrianus karena Pandemi Covid, maka Pesparani Nasional di NTT digelar secara online dan offline. Menurut dia Pesparani Nasional II di NTT digelar secara berbeda dengan metode digital. Semua juri memberikan penilaian menggunakan aplikasi sehingga berlangsung dengan fair atau jujur dalam penilaiannya.
Selain itu juga ada panitia sebagai inspektur lomba yang bertugas untuk mengawasi juri, peserta dan panitia.
Baca juga: Desa Binaan Bank NTT di Sumba Tengah Undang Decak Kagum Gubernur VBL
"Metode ini digelar agar semua perlombaan dapat berlangsung adil," katanya
Ketua LP3KD NTT, Frans Salem menambahk Pesparani Nasional di Ambon dilangsungkan dengan 12 kategori perlombaan. Sedangkan di NTT dinaikan menjadi 13 kategori lomba karena ditambah OMK.
Selain itu, berbeda dengan Ambon, Pesparani Nasional di NTT digelar secara online dan offline. Dikatakannya seluruh provinsi di Indonesia mengikuti Pesparani Nasional di NTT, mulai dari kontingen jumlah pesertanya sedikit hingga kontingen pesertanya terbanyak.
Pembukaan Pesparani Nasional diawali dengan perayaan liturgi yang dipimpin oleh Kardinal dan diikuti dengan acara tarian dari 10.000 siswa/i SMK/SMU se Kota kupang dan dilanjutkan lagi dengan acara kenegaraan yang didahului dengan tarian Kontas Flobamora 1200 penari.
Baca juga: Final Persiapan Pesparani Nasional di Kupang, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir
Menurut dia acara pembukaan Pesparani Nasional dihadiri oleh Menteri Agama dan seluruh pejabat eselon I dari Kementerian Agama. Akhir komentarnya bahwa kegiatan Pesparani Nasional didukung penuh oleh Kementerian Agama dan Pemprov NTT.
Kardinal Ignatius Suharyo mengingatkan agar seluruh peserta agar selain mensyukuri Pesparani Nasional ke II ini, harus juga mengingat Hari Sumpah Pemuda. Kata Kardinal selain merayakan pesta atau peristiwa rohani dengan berbagai kegiatan,ntinya umat kristiani terutama umat Katolik harus sadar bentuk kegiatan ini adalah untuk Tuhan dan Tanah Air
Wagub NTT, Josef Nae Soi mengungkapkan Pesparani Nasional memiliki tiga kata dengan makan yang berbeda yakni, Pesta, Paduan Suara dan Gerejani.
Kata Pesta menurut Yosef selalu dikonotasikan dengan bergembira ria bersama tidak membedakan suku, ras maupun agama. Karena Pesta maka Ketua Pesparani Nasional bukan diambil dari umat katolik melainkan dari umat Muslim.
Baca juga: Kontingen Ende Optimis Sumbang Emas di Pesparani Nasional
Sedangkan kata Paduan Suara memiliki empat karakteristik suara yang berbeda beda, dimana Pesparani ini ingin menunjukan kepada dunia, khususnya di Indonesia bahwa hidup berbangsa dan bernegara harus hidup serasi, selaras dan seimbang sama seperti paduan suara.
Sementara itu, Gerejani atau geraja yang diwariskan Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepada manusia. Maka harus diamalkan dalam satu wadah yakni gerejani.