Berita NTT
Kardinal Ignatius Suharyo Berdoa Bagi Korban KM Express Cantika 77 di Misa Pembukaan Pesparani
Kardinal Jakarta, Mgr.Ignatius Suharyo memimpin perayaan misa pembukaan Pesparani Nasional II, Jumat 28 Oktober 2022 di Stadion Oepoi Kupang.
Laporan Reporter TRIBUNFLOES.COM, Ray Rebon
TRIBUNFLORES.COM,KUPANG- Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani atau Pesparani Katolik II Tingkat Nasional, Jumat 28 Oktober 2022 diawali dengan misa pembuka yang dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suhryo di Stadion Oepoi Kupang.
Kardinal Ignatius memberikan ruang kepada seluruh peserta kontingen dan umat mengikuti jalannya perayaan ekaristi untuk hening dan berdoa bagi korban KM Express Cantika 77.
Dalam kotbahnya, ia menyampaikan sebagai umat Katolik, harus bersyukur atas iman dan kasih yang mempersatukan di dalam kegiatan Pesparani Nasional II di Kupang, NTT.
"Sebagai umat Katolik, kita ingin merayakan kebersamaan kita sebagai murid-murid Yesus Kristus bersyukur atas iman dan kasih yang mempersatukan umat-Nya dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote," ungkap Kardinal Ignatius.
Baca juga: Jamaludin Ahmad Akui Bukan Perkara Mudah Tokoh Musim Ketua Panitia Pesparani Nasional
"Sebagai warga bangsa, kita ingin bersyukur karena sepanjang sejarah Allah telah menumbuhkan kesadaran kita sebagai bangsa, mempersatukan kita dalam satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan memberikan Pancasila sebagai landasan yang paling dasar hidup kita sebagai bangsa," katanya lagi.
Untuk membangun persaudaraan yang sejati, dibutuhkan martir. Ketika Yesus menjalani kemartiran murid-murid yang tercerai berai bersatu kembali.
Menjadi martir tidak harus menumpahkan darah. Menjadi martir kata Kardinal berarti rela membagi kehidupan, contohnya Pesparani kedua ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada LP3KN, LP3KD. Kalau tidak ada panitia pusat dan daerah, kalau tidak ada peserta yang rela berkorban, para pendukung lain yang juga memungkinkan Pesparani ini berlangsung, pengorbanan ini yang disebut kemartiran.
Demikian juga gereja tidak akan tetap bersatu kalau tidak ada pribadi-pribadi yang memberikan diri untuk merawat dan mengembangkan kesatuan.
Baca juga: Pesan Gubernur NTT pada Pembukaan Pesparani Nasional; Bernyanyi dengan Hati Gembira
"Begitu juga kesatuan kita sebagai bangsa yang diikrarkan dalam sumpah pemuda, tidak akan lestari kalau kita tidak rela ikut mengambil tanggung jawab sejarah untuk merawat, mencari jalan-jaln baru untuk mengembangkan persaudaraan dan kesatuan itu," tambahnya
"Semoga Pesparani kedua ini menjadi pendorong bagi kita semua untuk membangkitkan bakti kita untuk Tuhan dan tanah air," imbuh Kardinal Ignatius Suharyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MISA-PEMBUKAAN-PESPARANI.jpg)