Berita Flores Timur

Kaum Muda Desa Hokeng Jaya di Flotim Terima Bantuan Anak Babi

Demam babi Afrika masih dirasakan masyarakat khususnya peternak babi,meksi pemulihan ekonomi pada unit usaha satu ini perlu dihidupkan kembali.

Editor: Egy Moa
ISTIMEWA
Kepala Desa Hokeng Jaya, Gabriel Bala Namang menyerahkan bantuan anak babi kepada Yolan Boruk di halaman depan Kantor Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Rabu 23 November 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Wabah penyakit virus African Swine Faver (ASF) atau demam babi Afrika masih  dirasakan masyarakat khususnya peternak babi, namun pemulihan ekonomi pada unit usaha satu ini perlu dihidupkan kembali.

Upaya melawan trauma virus ASF dengan sentuhan pemberdayaan mulai diterapkan Pemerintah Desa Hokeng Jaya di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur yang menghibahkan puluhan anak babi bagi masyarakat khususnya kaum muda.

Kepala Desa (Kades) Hokeng Jaya, Gabriel Bala Namang melalui website hokengjaya.desa.id, Rabu 23 November 2022 mengatakan, sebanyak 40 bantuan anak babi jantan dan betina diberikan secara bertahap.

"Anak babi diberikan secara bertahap kepada sasaran pemerika. Bantuan ini bersumber dari dana desa tahun anggaran 2022," katanya.

Baca juga: Kasihan, Pasutri di Flores Timur Gadai Cincin Nikah dan Tanah Biayai Pengobatan Anak

Menurut Beby, sapaan Gabriel Bala Namang, pemerintah desa bersama sasaran penerima sudah bersepakat bahwa hasil produksi babi akan disalurkan lagi ke masyarakat lain sehingga populasinya kian bertambah.

"Penerima bantuan anak babi ini akan digulirkan kembali ke masyarakat lain dalam wilayah Desa Hokeng Jaya apa bila babi yang diterika sudah berproduksi," ucapnya.

Selanjutnya, hibah anak babi sebagai motivasi bagi kaum muda untuk berkreatifitas dan mengembangkan potensi yang ada. Hal ini menjadi perwujudan misi Kades Beby yakni optimalisasi peran pemuda dalam pembangunan desa.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi NTT di bulan Juli 2022 lalu, mencatat 122.000 ternak babi mati akibat serangan virus ASF. Jumlah itu merupakan akumulasi dari 22 Kabupaten atau Kota, termasuk wilayah Flores Timur yang menyumbang angka sedikitnya 60-an.

Baca juga: Penyakit Langka, Mikael Jalani Transfusi Darah Sejak Usia 8 Bulan Hingga 17 Tahun

Serangan virus ini membuat geliat peternak babi di NTT mati suri bahkan gulung tikar lantaran menelan kerugian besar. Beberapa diantaranya masih bertahan mengandalkan ternak yang selamat. *

Berita Flores Timur lainnya

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved