Berita Flores Timur

429 Orang di Flores Timur Idap HIV/AIDS, KPA Sebut 22 Kasus Baru, Masih Banyak Menyembunyikan Diri

Untuk tahun 2022 ini bertambah 26 kasus baru. Data ini memang seccara komulatif yaitu dari tahun 1997," ujarnya kepada wartawan di ruangan kerjanya.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KEBELEN
KANTOR KPA FLOTIM - Kantor Sekretariat KPA Flores Timur, Kamis 24 November 2022. 429 Orang di Flores Timur Idap HIV dan AIDS, KPA Sebut Masih Ada yang Menyembunyikan Diri. Ada 22 kasus baru. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Sebanyak 429 orang di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores mengidap HIV/AIDS.

Angka itu merupakan akumulasi data komulatif oleh Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Flores Timur sejak 1997-2022.

Dari 429 kasus, sebanyak 86 orang positiv HIV dan 343 orang pengidap AIDS. Sementara total kematian akibat virus mematikan ini berjumlah 152 orang, kemudian yang masih hudup sebanyak 227 orang.

Koordinator Bidang Perencanaan Anggaran dan Keuangan KPA Flores Timur, Yoseph Marseanus Matutina mengatakan, SH mengatakan, pendatatan terakhir yang dilakukan terjadi pada bulan Oktober 2022.

Baca juga: Pemkab Sikka Komit Turunkan Angka Stunting, Ajak Stakeholder Kerja Sama Cegah Stunting

 

"Untuk tahun 2022 ini bertambah 26 kasus baru. Data ini memang secara komulatif yaitu dari tahun 1997," ujarnya kepada wartawan di ruangan kerjanya, Kamis 24 November 2022.

Menurut dia, masih banyak orang yang diduga telah terpapar HIV maupun AIDS, namun mereka memilih menyembunyikan diri ketimbang terbuka melakukan pemeriksaan.

"Kendala kita memang banyak. Sampai sekarang kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak juga yang masih tertutup meski mereka mengidap HIV/AIDS," katanya.

Baca juga: Ratusan Warga Sikka Antre Terima Bantuan di Kantor Pos Maumere, Oswaldina: Saya Senang

Meski begitu, KPA Flores Timur dibawah kepemimpinan Sekretaris Emanuel Halan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mau diperiksa.

Pihaknya juga menyediakan obat ARV di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka.

Selanjutnya, langkah edukasi juga terus dilakukan agar pengidap HIV/AIDS tidak terdiskriminasi ataupun dikucilkan di lingkungan sekitar.

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved