Berita NTT

Oknum Karyawan BUMN yang Terjaring Pesta Shabu Jalani Rehabilitasi

Ketiga pelaku menjalani masa rehabilitasi terhitung sejak 11 November 2022 di Yayasan Pratama milik BNN Provinsi NTT.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
BERI PEJELASAN - Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, S.IK saat memberikan penjelasan soal karyawan BUMN dan dua rekannya yang terjaring pesta Shabu jalani rehabilitasi. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Karyawan BUMN bersama dua rekannya yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba oleh Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT telah menjalani masa rehabilitasi.

Ketiga pelaku menjalani masa rehabilitasi terhitung sejak 11 November 2022 di Yayasan Pratama milik BNN Provinsi NTT.

Masa rehabilitasi bagi Oknum Karyawan BUMN, Hendra Yolanda (33) dan rekannya Ahmad Khalis Muhlis (35) menjalani rehabilitasi selama dua bulan.

Sedangkan pelaku lainnya, Muhammad Hilaludin (30) mendapat vonis lebih ringan berupa satu bulan rehabilitasi.
Demikian penjelasan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, S.IK kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 23 November 2022.

Baca juga: Korupsi Dana BOS, Oknum Kepala Sekolah di NTT Dihukum 4 Tahun Penjara

 

Menurut Ariasandy, perbedaan masa rehabilitasi berdasarkan hasil pemeriksaan dari penyidik serta hasil gelar perkara dari Tim Assesment Terpadu yang memutuskan jeratan hukum bagi ketiga pelaku penyalahgunaan narkoba.

"Tiga pelaku narkoba tersebut ditetapkan sebagai status pemakai dan wajib menjalani rehabilitasi pada Yayasan Pratama milik BNN Provinsi NTT terhitung sejak 11 November 2022," jelas Ariasandy.

Sebelumnya, Hasil Gelar Perkara Tim Assesmen Terpadu terdiri dari BNN Provinsi NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Hukum dan HAM NTT, serta Polda NTT memutuskan Oknum karyawan BUMN bersama dua rekannya yang terjaring penangkapan pesta Narkotika jenis Shabu ditetapkan sebagai Pengguna atau Pemakai Narkoba.

Bagi tiga pelaku pengguna Shabu tersebut wajib menjalani Rehabilitasi selama dua bulan di Klinik Pratama milik Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT.

Pertimbangan Tim Assesment Terpadu bahwa ketiga pelaku bukan residivis, dan bukan termasuk dalam jaringan narkoba, sehingga tiga pelaku wajib untuk direhabilitasi.

Baca juga: Update Gempa Cianjur, Korban Meninggal Dunia 271 Orang, Masih Hilang 40 Orang, Luka-luka 2.043 Orang

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT seorang Pegawai BUMN bersama dua rekannya sementara menggunakan narkotika jenis shabu di wilayah Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Tiga pelaku pengguna narkoba jenis shabu tersebut berinisial HY (33) berstatus karyawan BUMN, sedangkan dua rekannya AKM (35).karyawan swasta, serta MH (30) karyawan swasta.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTT, AKP Greorius Saonah bersama dua anggotanya yang melakukan penangkapan pada Sabtu 5 November 2022 sekitar pukul 07.00 Wita.

Dari tangan ketiga pelaku, Tim Ditresnarkoba Polda NTT menyita sejumlah barang bukti antara lain satu paket Narkotika jenis shabu dalam kemasan klip bening berukuran kecil, satu buah bong dari botol aqua kecil, satu buah tutup bong dengan pipet warnah putih, satu buah tutup bong dengan pipet warnah hitam, 1 (satu) buah pemantik merk alfa mart berwarna merah, serta tiga unit ponsel.

Terhadap tiga pelaku tersebut telah diamankan ke Kantor Ditresnarkoba Polda NTT untuk proses hukum.
Atas perbuatannya, tiga pelaku dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a, UU No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika. (Pos Kupang.Com).

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved