Berita NTT

Inspirasi dari Pedalaman Timor, Anak Tamat Kuliah karena Bermitra dengan Bank NTT

juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian

Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/HO-HUMAS BANK NTT
PEREMPUAN TIMOR - MAMA Yulina Babu (kebaya merah) dan Serofina Kolo (kebaya biru) saat ditemui di pusat penjualan UMKM Fularosa Desa Eban, belum lama ini, pada Sabtu 11 November 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Mama Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya. Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi.

Dia adalah seorang warga Desa Lemon, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten TTU yang punya kisah sukses.

Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini. “Saya mulai usaha saya di tahun 2012. Saat itu saya produksi dan memasarkan dalam bentuk tradisionalSatu tahun kemudian, saya diajak Bank NTT mengikuti study banding di Malang,”ujarnya memulai diskusi, Sabtu 19 November 2022 siang, di pusat penjualan UMKM Fularosa, Desa Eban.

Saat itu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian tahap kedua dan terakhir.

Baca juga: Bank NTT Berkibar di Pentas Nasional, Direktur Kredit Dinobatkan Sebagai The Next Top Leader 2022

 

Eban adalah satu dari empat desa lainnya di TTU yang menjadi peserta festival.

Bersama ibu-ibu lainnya, Mama Yuliana yang saat itu berkebaya biru tua dengan bawahan tais Timor, tanpa sungkan menyampaikan pengalamannya berusaha.

“Saya buat berbagai macam kue, keripik pisang, keripik ubi dan lainnya. Suatu saat saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik dan aneka usaha lain yang berkualitas,”jelasnya.

Ternyata itu adalah kali pertama dalam hidupnya bepergian dengan pesawat terbang. Di Malang-lah, dia belajar tentang kelebihan orang lain, lalu merombak cara kerjanya.

“Kami bertemu dengan beberapa pelaku UMKM disana yang juga buat keripik, mereka sudah pakai alat yang modern, irisan pisangnya sama dan pisang mereka pun besar-besar.

Saya belajar di sana, sehingga sampai Eban, saya buat keripik yang kualitasnya sama. Tapi saya mau jujur, pisang di Timor sini enak-enak,”ujarnya tulus.

Dia kesana melakukan study banding mengenai pengolahan keripik, keripik talas, kacang telur, dan berbagai produk lainnya.

Bekal dari sanalah modal baginya sehingga kini usahanya semakin maju. “Usaha saya lebih berkembang, karena Bank NTT membantu kami dalam diklat, study banding, lalu packaging yang baik, bahkan Bank NTT memfasilitasi pembeli untuk datang dan belanja di kami,”jelas mama Yuliana lagi.

Baca juga: Napan, Desa Binaan Bank NTT di Perbatasan RI-RDTL Kaya Aneka Produk

 

Tanpa malu-malu, dia menambahkan “Bank NTT sudah banyak bantu kami. Kami sangat senang, terlalu enak, karena mereka cari kasi kami pembeli,”tambahya tulus.

Kini usahanya sudah semakin berkembang, keripiknya diorder oleh banyak kalangan, begitu pula aneka kue.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved