Berita NTT

Tersangka Kasus Penikaman saat Pesta di Merdeka Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Namun saat sudah beranjak dari tempat pesta dia melihat dua temannya Arman Uly dan Ardi Radja sedang dikerumuni dan dikeroyok oleh orang tak dikenal.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / RYAN TAPEHEN
KONPERS - Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto saat memberikan keterangan saat Konpers. Tampak pelaku juga dihadirkan (baju biru) saat Konpers itu. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penikaman saat pesta di Merdeka Kupang. Konpers dilaksanakan di Mapolres Kupang, Oelamasi Selasa 29 November 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Daniel Robo alias Nafas (25) warga desa Wadumaddi Kecamatan Hawumehara Kabupaten Sabu Raijua yang berdomisili di Kelurahan Oepura Kota Kuoang terancam pidana 15 tahun penjara.

Dalam sesi jumpa pers yang dilaksanakan Polres Kupang, Selasa 29 November 2022 Daniel ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lagi kini masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto yang didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Lufthi Darmawan Aditya mengungkapkan perbuatan tersebut polisi menjerat Daniel sesuai dengan Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP pidana dengan ancaman penjara 15 tahun.

Kapolres juga mengungkapkan kronologis kejadian dimana tersangka dan lima temannya menghadiri pesta di rumah warga Merdeka kecamatan Kupang Timur Yakob Uly pada 24 November malam.

Baca juga: Buron Setahun, Dua Pelaku Rudapaksa Dihadiahi Peluru Buser Polres Kupang.

 

Pada 25 November dini hari pelaku sempat mengatakan ingin pulang dari pesta dan diiyakan oleh pelapor Firdaus Kadja alias Farid yang menjadi salah satu saksi.

Namun saat sudah beranjak dari tempat pesta dia melihat dua temannya Arman Uly dan Ardi Radja sedang dikerumuni dan dikeroyok oleh orang tak dikenal.

Dirinya langsung berlari menuju tempat motornya di parkir dan mengambil sebilah pisau dengan sarungnya dan menyisipkan di pinggangnya lalu berlari menuju ke arah temannya dikeroyok.

Di sana dirinya berusaha untuk melerai kedua temannya dari orang yang mengeroyok mereka namun dirinya juga langsung dikeroyok oleh orang-orang tidak dikenal tersebut bahkan sampai terjatuh dan diinjak-injak oleh kedua korban dan teman-temannya.

Tanpa pikir panjang lagi dia langsung mencabut pisau yang terselip di pinggangnya dan mengayun secara membabi buta ke arah orang-orang yang mengeroyok mereka dan akhirnya mengenai dua korban yakni Aldi Wadu yang sempat dilarikan re Puskesmas Oesao namun nyawanya tidak tertolong serta Reynaldi Nabuasa yang kini sementara dirawat di RS Naibonat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Nelayan di Sikka Diduga Hilang di Perairan Pantai Doreng

"Motif pelaku melakukan tindak pidana tersebut karena kalau pelaku merasa terancam sebab dikeroyok oleh para korban dan teman-teman," terang Kapolres.

Hingga saat ini dari kejadian tersebut Polres Kupang telah melakukan pendalaman dengan memeriksa 8 orang saksi.

Sementara pelaku yang saat konferensi pers dikonfirmasi mengaku tidak ingin melapor kembali atas dugaan pengeroyokan oleh para korban.

Kata dia dirinya tidak ingin melapor karena tidak mengenal para korban.

Pada saat itu Kapolres juga sempat menunjukkan wajah lebam tersangka serta kepala yang dijahit akibat dikeroyok dan dipukul oleh para korban dan teman-temannya.(Pos Kupang.Com).

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved