Berita Flores Timur

Curhat ODHA di Flores Timur di Hari Aids Sedunia, Dikucilkan dan Didiskriminasi

KPA Flores Timur mengadakan malam seribu lilin bersama sejumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam peringatan Hari Aids Sedunia,1 Desember 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Peringatan Hari AIDS sedunia di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis malam 1 Desember 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Flores Timur mengadakan malam seribu lilin bersama sejumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam peringatan Hari Aids Sedunia, Kamis 1 Desember 2022 pukul 20.00 Wita

Malam seribu lilin bertajuk rohani bukan hanya dihadiri penderita HIV/AIDS dan warga Kelurahan Pohon Bao di Kecamatan Larantuka, tetapi juga melibatkan penderita lintas agama.

Berarak dari Rumah Singgah (rumah penderita), belasan ODHA melangkah tenang sambil memegang sebatang lilin menuju teras rumah milik salah satu pegawai KPA yang berada dalam satu halaman.

Lilin-lilin itu dipasang membentuk tulisan 'Love' persis di hadapan patung Yesus Kristus, Bunda Maria, dan Santu Yosef. Selesai memasang lilin, ibu-ibu muslim mengambil tempat duduk paling depan bersama sejumlah ODHA lainnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Flores Hari Ini Jumat 2 Desember 2022, Sebagian Wilayah Cerah Berawan

SU (40), ODHA asal Ile Boleng  menyampaikan curahan hati mewakili seluruh penderita. Curhat Hari Aids sedunia itu tentang pengalaman hidup mereka yang sering dikucilkan dari lingkunan bahkan keluarganya sendiri.

Sambil berlinang air mata, SU memohon semua masyarakat agar tidak menjadikan mereka bahan ejekan yang mengarah kepada stigma negatif berujung diskriminasi. Menurutnya, ODHA sebagai sesama manusia harus mendapat perlakuan adil.

"Aku dan teman-temanku berkumpul bersama masyarakat merayakan Hari Aids Sedunia. Kami berdiri disini bukan karena perilaku kami sendiri, tetapi ini merupakan suatu ketidakadilan yang banyak sekali dialami oleh ibu-ibu rumah tangga," katanya bernada terbatah dan berderai air mata.

"Kami juga punya hak untuk hidup, terimalah kami sebagai sesama manusia. Kami juga ciptaan Tuhan, sama seperti bapa ibu sekalian. Kami sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan juga masyarakat, karena dukungan kalian menjadi semangat buat kami untuk tetap hidup," katanya lagi.

Baca juga: Demo Nakes, Penjabat Bupati Flores Timur: Tidak Ada yang Kita Tutupi

SU berharap, kehadiran ODHA jangan dianggap sebagai bencana yang memusnakan umat manusia. Mereka juga berdoa untuk semua ODHA yang meninggal dunia namun disebutnya sudah mati dua kali.

"Kami seperti mati dua kali, mati karena dikucilkan dan mati secara fisik," tuturnya.

Koordinator Bidang Perencanaan Anggaran dan Keuangan KPA Flores Timur, Yoseph Marseanus Matutina, mengatakan malam seribu lilin bertujuan memberikan peneguhan bagi ODHA agar kuat melawan sakit yang diderita.

"Mereka juga bagian dari kita. Mari kita saling menguatkan dan mendoakan mereka. Jangan ada diskriminasi karena mereka hidup berdampingan dengan kita," katanya.

Baca juga: Usaha Madu Hutan di Flores Timur Melejit Berkat Pinjamam Pertamina Bunga Rendah

Ia menerangkan, besok hari Jumat 2 Desember 2022, KPA Flotim menggelar sosialisasi dan pemeriksaan viarload atau pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi tubuh ODHA.

Kegiatan berlangsung di Aula Setda Flores Timur, dihadiri Penjabat Bupati Doris Rihi, Dinas P2KBP3A Flotim, Dinas Sosial Flotim, Dinas PMD Flotim, Dinas Kesehatan Flotim. *

Berita Flores Timur lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved