Breaking News

Renungan Misa Hari Minggu

Renungan Singkat Misa Hari Minggu 4 Desember 2022

Berikut ini renungan singkat misa hari minggu, 4 Desember 2022. Renungan singkat ini diambil dari renungan Pater Petrus Cristologus Dhogo.

Editor: Hilarius Ninu
SEKSI HUMAS SINODE II
Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, bersama para imam, Ketua DPRD Sikka, Donatus David, dan Kapolres Sikka, AKBP AKBP Nelson Filipe Diaz Quinta, di depan teras Gereja Katedral Maumere, Jumat 25 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Berikut ini renungan singkat misa hari minggu, 4 Desember 2022. Renungan singkat ini diambil dari renungan Pater Petrus Cristologus Dhogo, SVD dari Seminari Tinggi St Paulus Ledalero Maumere, Sikka.
RENUNGAN SINGKAT
Saudara-Saudari terkasih, Penginjil Matius memperkenalkan kepada kita sosok Yohanes Pembaptis dan
seruan pertobatannya. Ia sendiri mewartakan pesan
pertobatan ini dengan cara hidupnya. Mari kita simak
bersama sosok Yohanes Pembaptis ini.
Pertama, cara hidupnya yang sederhana. Penginjil
menuliskan bahwa Yohanes hidup di padang gurun.
Pakaiannya dari bulu unta yang diikat dengan ikat
pinggang kulit. Makanannya hanyalah belalang dan
madu hutan. Cara hidup seperti ini memang amat
ekstrim, tetapi cara hidupnya mewartakan pesan
tertentu. Ia menggantungkan seluruh hidupnya
kepada Tuhan. Ia hidup di padang gurun yang
mengingatkan juga akan perjalanan orang Israel di
padang gurun, yang hanya berharap pada kemurahan
Tuhan. Ia juga berpakaian seadanya untuk
mengurangi penampilan fisik yang berlebihan dan
menuntut biaya tinggi. Ia makan apa adanya untuk
menunjukkan kesederhanaan hidup.


Kita belajar dari Yohanes Pembaptis ini, pertama-tama
bukan untuk hidup ekstrim seperti dirinya. Kita belajar
semangat kelepasan dan kemurnian hidup. Kita tetap
butuh tempat tinggal, pakaian, dan makanan yang
adalah kebutuhan primer atau kebutuhan paling
utama bagi hidup kita. Namun, Yohanes Pembaptis
mengingatkan kita untuk tidak mengikatkan diri kita
atau menggantungkan hidup kita pada hal-hal
tersebut. Kita bisa berhasil memperoleh banyak halhal seperti itu, tetapi kita tidak boleh kalah dalam
membina relasi kita dengan Tuhan, karena pada
akhirnya semuanya tidak akan kita bawa. Masa adven
merupakan masa di mana kita berada lagi di padang
gurun untuk coba membangun hidup kita lebih dekat
kepada Tuhan. Semoga hati kita lebih terarah kepada
Tuhan di tengah perjuangan pemenuhan kebutuhankebutuhan jasmani kita.
Kedua, ia mewartakan juga dengan kata-kata.

 

Baca juga: Bacaan-Bacaan Misa Hari Minggu 4 Desember 2022


Yohanes Pembaptis menyatakan dengan tegas agar
orang Israel bertobat. Kata-katanya keras menegur
mereka yang menuntun orang ke jalan yang salah. Ia
tidak takut mewartakan hal-hal yang benar.
Kita tentu tidak mungkin melakukan hal yang sama
dengan tegas dan keras kepada sesama kita di zaman
kini.

Namun, poin yang bisa kita pelajari dari Yohanes
Pembaptis adalah kesetiaan terhadap kebenaran.
Yang salah diminta bertobat dan yang tidak lurus
diminta untuk lurus apa adanya. Kita bisa memulai hal
ini dari dalam keluarga kita. Kebiasaan mencintai
kebenaran sama sekali tidak merugikan kehidupan,
malah ia memperkaya dan membuat nyaman keadaan
batin seseorang. Karena itu, baiklah kita memulai
untuk berkata yang benar dan jujur. Jika kita tidak
dapat menegur sesama dengan tegas, cukuplah kita
rajin menegur dan memperbaiki diri kita agar katakata kita menjadi kata-kata yang bisa dipegang. Semoga semangat Yohanes Pembaptis menginspirasi
kita untuk hidup jujur dan berbicara benar. Tuhan memberkati.(ris)

Berita Lifestyle Lainnya

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved