Berita Manggarai Barat
Waria Terbanyak Mengidap Penyakit HIV/AIDS di Manggarai Barat
Komisi Penanggulangan HIV/Aids Kabupaten Manggarai Barat merilis data penderita di wilayah itu sebanyak 135 orang tercatat selama empat tahun terakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SEKRETARIS-KPAD.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Berto Kalu
TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT terus mengalami peningkatan. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai Barat per 4 Desember 2022, tercatat sebanyak 135 kasus HIV/AIDS.
Sekretaris KPA Manggarai Barat Bernadus Barat Daya mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi selama empat tahun terakhir. Sampai awal bulan Desember 2022 terjadi penambahan 20 kasus.
"Untuk Manggarai Barat totalnya 135 kasus komplit HIV dan AIDS. Kasus dominan masih dari kelompok LGBT atau waria," kata Bernadus dalam kegiatan sosialisasi memperingati Hari AIDS sedunia, Minggu 4 Desember 2022.
Bernadus menyebut, penyebab utama dari masih adanya kasus HIV/AIDS di Manggarai Barat adalah aktivitas hubungan seksual secara bebas. Oleh karena itu, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan yang berkelanjutan khususnya bagi para pelajar sekolah.
Baca juga: Gubernur NTT ; Terima Kasih Perbanas dan ASEAN Banking Council Bertemu di Labuan Bajo
Selain itu juga melakukan deteksi dini HIV terutama pada populasi kunci yang dilakukan sedini mungkin agar tidak terlambat dan membantu pencegahan, perawatan, dan pengobatan HIV bagi yang pasien yang terduga terinfeksi.
Menurutnya, pemeriksaan ini penting agar cepat mendapatkan informasi mengenai HIV, sehingga pasien pun dapat segera melakukan deteksi dini dan mendapat pengobatan yang dibutuhkan. Apalagi penyakit ini adalah salah satu penyakit mengganggu kemampuan tubuh melawan infeksi.
Bernadus mengaku, saat ini pihaknya masih mengalami kesulitan dalam pendataan pasien karena masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan diri. Karena pemeriksaan HIV bukanlah hal yang wajib untuk dilakukan, hanya bersifat sukarela atau inisiatif dari masyarakat.
"Kalau tidak memeriksakan diri, orang yang sudah terinfeksi HIV berpotensi bisa menularkan kepada orang lain," ujar Bernadus.
Baca juga: Buser Polres Mabar Bekuk Empat Warga Labuan Bajo Main Judi
Ia pun berharap adanya keterlibatan bersama baik itu pemerintah, stakholder mau pun instansi lainnya dalam melakukan pencegahan HIV/Aids, sehingga dapat menurunkan angka kasus positif di Kabupaten Manggarai Barat.*
Berita Manggarai Barat lainnya