Berita Sikka

Petani di Sikka Curhat soal Ini ke Anggota DPR RI Julia Sutrisno Laiskodat

Ferdinandus Bajo menyebutkan, kegiatan petani di Kabupaten Sikka saat ini sangat berkembang pesat yaitu pengembangan pertanian hortikultura.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
TINJAU ALAT DAN MESIN PERTANIAN - Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat didampingi Bupati Sikka dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka saat meninjau alat dan mesin pertanian yang akan diserahkan kepada 23 kelompok tani di Kabupaten Sikka, Rabu, 7 Desember 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Saat kunjungan kerja reses anggota DPR RI Komisi IV Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, Rabu, 7 Desember 2022, para petani di Kabupaten Sikka menyampaikan curahan hati mereka di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Curahan hati yang disampaikan oleh Ferdinandus M.Bajo dari kelompok tani Wairbor, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur membeberkan perjuangan para petani di Kabupaten Sikka ditengah era globalisasi.

Ferdinandus Bajo menyebutkan, kegiatan petani di Kabupaten Sikka saat ini sangat berkembang pesat yaitu pengembangan pertanian hortikultura.

"Hampir semua desa di Kabupaten Sikka memiliki petani holtikultura yang sangat memahami budaya tanaman holtikultura, baik dari masa persemaian sampai dengan masa panen dan pemasaran," ujarnya Ferdinandus.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,3 Guncang Flores Timur, Avelina Bilang Belum Ada Info Kerusakan

 

Namun, dibalik perkembangan pertanian di Kabupaten Sikka, ternyata masih banyak petani memiliki SDM yang sangat minim yakni berkaitan dengan pola kerja pertanian yang masih manual dan serba terlambat.

"Mengapa saya katakan terlambat, karena proses pengolahan tanah bisa 1 jam/hektar tetapi mereka bisa menghabiskan waktu 12 jam/hektar hal ini karena proses pengerjaannya menggunakan cangkul, siramnya sebenarnya hanya 5 menit tetapi mereka bisa habiskan 5 jam baru selesai penyiraman. Inilah fakta yang masih dialami petani kita di Sikka," beber Ferdinandus dihadapan anggota DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, Bupati Sikka, Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Selain itu, lanjut Ferdinandus, bentuk dukungan atau investasi di bidang pertanian di Kabupaten Sikka masih bersifat perorangan(usaha sendiri/pribadi), badan usaha (hadirnya badan usaha yang sudah menyediakan sarana pertanian (bumdes), lembaga (desa-desa telah menganggarkan pengadaan sarana pertanian bagi petani dan dukungan kebijakan politik.

Baca juga: BREAKING NEWS: Diduga Bom Bunuh Diri di Kota Bandung, Pelaku Tewas, 3 Polisi Luka-luka

Sudah banyak dukungan kebijakan politik baik dari daerah maupun pusat yang selalu berpihak pada petani demi membangkitkan hasil pangan.

"Faktanya hari ini 23 kelompok tani hadir untuk menerima dukungan dan aspirasi dari ibu Julia Sutrisno Laiskodat. Dari tempat ini, mewakili semua petani yang hadir, saya ucapkan terma kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepda yang terhormat ibu Julia Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI yang peka dan gerak cepat, lantang dan gigih menyuarakan kebutuhan petani di NTT 1, khususnya petani di Kabupaten Sikka," ujarnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved