Berita Sikka

Siswa SMPK Frater Maumere Olah Pangan Lokal dalam Tema Kearifan Lokal

iswa-siswi kelas VII SMP Katolik Frater Maumere, Kabupaten Sikka mengolah pangan lokal khas Maumere.

Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
OLAHAN PANGAN- Siswa-siswi kelas VII SMPK Frater Maumere sedang membuat adonan kerupuk biji nangka, Sabtu 10 Desember 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Merawat kearifan lokal dimulai dari di lingkungan sekolah.  Siswa-siswi kelas VII SMP Katolik Frater Maumere, Kabupaten Sikka mengolah pangan lokal khas Maumere. Kegiatan ini merupakan implementasi dari tema kearifan lokal dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Tema kedua ini menjadi tema strategis yang sudah dilakukan sejak Senin 5 Desember 2022 oleh peserta didik kelas VII SMPK Frater Maumere. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh para guru.

Saat disambangi TribunFlores.Com, Sabtu 10 Desember 2022, tampak siswa-siswi tergabung dalam 5 kelompok. Mereka didamping para guru sedang mengolah pangan lokal di ruang kelas dan di luar ruangan. Ada yang membakar Lekun, membuat kerupuk biji nangka, dan pangan lokal lainnya.

Salah satu kelompok bimbingan Theresia Asdela Anyopi, guru di SMPK Frater Maumere membuat Lekun. Makanan lokal khas masyarakat Maumere Timur. Lekun biasanya disuguhkan dalam acara-acara adat seperti antar belis, pernikahan dan acara adat lainnya.

Baca juga: Cerita Uskup Maumere Saat Gempa 92 di Sikka, Semua Bersatu Tak Ada Orang Kaya dan Miskin

 

Theresia mengatakan, praktek pengelolaan pangan lokal terbagi dalam beberapa kelompok pangan olahan. Peserta didik memilih sendiri kelompok pangan olahannya. Sebelum mengolah pangan lokal ini, peserta didik P5 diberi pembekalan materi olahan pangan lokal khas Maumere.

" Mereka memilih sendiri untuk masuk dalam kelompok olahan pangan seperti Lekun. Mereka mempersiapkan dan membawa bahan sendiri sesuai materi," kata Theresia.

Theresia mengatakan, pembuatan Lekun membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari proses pembuatan adonan yang dimasukan dalam bambu dan dibakar. Namun, ia melihat antusias peserta didik untuk belajar dan bekerja sama.

Sementara itu Arson, siswi kelas VII SMPK Frater Maumere mengaku sangat senang. Pasalnya, ia dan kelompoknya membuat kerupuk dari biji nangka. Hal yang ia temukan malah biji nangka selalu dibuang tanpa diolah kembali. Ternyata atas usul guru pendamping, ia dan kelompoknya berhasil membua kerupuk biji nangka.

" Ini sangat menyenangkan. Kami bisa membuat makanan olahan sederhana dari biji nangka. Rasanya sangat enak," tutur Anderson.

Kepala SMP Katolik Frater Maumere, Frater M. Sebastianus, BHK, mengaku bangga lantaran para peserta didik kelas VII mengambil bagian dalam P5 untuk tema kedua. Ia melihat kesungguhan anak-anak dalam belajar dan mempraktekan pengolahan pangan lokal.

" Mereka hebat, mau belajar dan masak. tema kedua ini tentang kearifan lokal. Kami mengarahkan anak-anak untuk mengolah pangan lokal," ujar Frater M. Sebastianus, BHK.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya untuk membangun rasa cinta siswa terhadap pangan lokal khas Maumere. Selain itu, mereka dibentuk untuk memiliki jiwa usaha dengan memanfaatkan pangan lokal di sekitar.

" Kegiatan ini sangat postif. Melalui kegiatan seperti ini rasa cinta sekaligus mengajak mereka untuk merawat kearifan lokal di Maumere," tutur Frater M. Sebastianus.

Ia mengungkapkan hasil kreasi peserta didik ini akan ikut dalam pameran di sekolah. Pameran akan diselenggarakan pada Kamis 16 Desember 2022.

Berita Sikka Lainnya

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved