Berita Sikka
Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Gempa dan Tsunami Flores di Pelabuhan Maumere
Bupati Sikka,Fransiskus Roberto Diogo memimpin upacara tabur bunga memperingati musibah Gempa Bumi dan Tsunami Flores tanggal 12 Desember 1992.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TABUR-BUNGA-GEMPA-FLORES.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Memperingati 30 Tahun Gempa dan Tsunami Flores tanggal 12 Desember 1992, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo bersama Forkompimda menggelar tabur bunga di Pelabuhan Laurentius Say Maumere,
Hadir dalam kegiatan tabur bunga tersebut Dandim 1603/Sikka, Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo, S.I.P, Ketua TP PKK Kabupaten Sikka Ny. Maria Cahyani Diogo, Kakansar Maumere, Lalu Wahyu Efendi S.Sos.,M.M, Letda Laut (Teknik) Fransisko Bj, GM Pelindo III Cabang Maumere, Erry Ardiyanto, Kepala Stasiun Meteorologi Fransiskus Seda, Ota Welly Jenni Thalo, Kadis Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, Kalak BPBD Kabupaten Sikka, Yohanes Bapista Laba S.T.
Pantuan TribunFlores.com, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo usai membuka kegiatan tersebut, selanjutnya bersama rombongan menggunakan kapal SAR Maumere dan bertolak kurang 100 meter dari pelabuhan untuk menabur bunga.
Fransiskus Roberto Diogo dalam arahannya mengatakan Kegiatan tabur bunga ini dilaksanakan dalam rangka memperingati dan mengenang 30 tahun bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kabupaten Sikka serta terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Baca juga: Kilas Balik 30 Tahun Gempa Flores, Prof Yoyong Harap Unipa Buat Peta Kerentanan Tsunami di Sikka
Tanggal 12 Desember 1992 masyarakat Kabupaten Sikka diperkenankan untuk mengenang dan memperingati 30 Tahun terjadinya gempa dan tsunami Flores khususnya di Maumere
" Kita patut panjatkan doa terbaik bagi semua saudara dan saudari kita yang telah menjadi korban dari peristiwa alam yang maha dashyat saat itu," ujarnya
Dikatakannya, gempa dan tsunami itu telah merenggut ribuan nyawa anak manusia. Peristiwa alam yang terjadi diluar kendali kita. Namun sedahsyat apapun peristiwa saat itu, kita masih memiliki secercah harapan.Hanya Tuhan sang pencipta pemilik harapan itu.
Bercermin pada peristiwa saat itu kita semua diajari untuk lebih sabar dan lebih peduli kepada sesama serta terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. *