Berita Sikka

Turnamen Sepak Bola di Sikka Berakhir Ricuh, Diduga Akibat Saling Tekel Antar Pemain

terlihat para pemain dan penonton berhamburan memasuki lapangan serta saling dorong mendorong

Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/ HO - WARGA
RICUH - Kericuhan mewarnai turnamen sepak bola Dewi Sartika Cup 2022 yang berlangsung di Lapangan Gelora Samador Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial, Senin 12 Desember 2022 sore. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Sejumlah video, viral di media sosial, memperlihatkan kericuhan antara pemain maupun suporter di sebuah lapangan.

Belakangan ini berdasarkan penelusuran terhadap lokasi kejadian, diketahui kericuhan itu terjadi pada momen pergelaran turnamen sepak bola Dewi Sartika Cup 2022 yang berlangsung di Lapangan Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 12 Desember 2022 sore.

Kericuhan terjadi pada pertengahan pertandingan sepak bola yang mempertemukan Kesebelasan Club Binter melawan Club Genkar Reformasi.

Dalam rilis video yang diperoleh, terlihat para pemain dan penonton berhamburan memasuki lapangan serta saling dorong mendorong maupun beradu argumen.

Baca juga: Polres Sikka Operasi Pekat Jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023

 

Beberapa anggota Polres Sikka pun tampak berada dilokasi berusaha mengamankan situasi.

Kuat dugaan, kericuhan tersebut dipicu oleh dua pemain dari kedua kesebelasan yang saling balas membalas menendang kaki (Tekel) pada menit ke-60 dengan kedudukan skor sementara, 3 : 1 untuk keunggulan Binter FC.

Aksi saling tekel antar pemain itu ternyata memancing amarah para suporter. Alhasil, para pemain maupun suporter berhamburan memenuhi lapangan Gelora Samador Maumere.

Terdapat pula aksi saling mendorong serta terdengar teriakan bernada protes dalam sejumlah video yang viral tersebut.

Menurut Informasi yang dihimpun TribunFlores.com menyebutkan akibat kericuhan itu dua orang pemain terluka, dan dilarikan ke Rumah sakit umum Maumere.

Pertandingan pun dihentikan karena aksi para suporter maupun pemain yang berhamburan di dalam lapangan.

Hingga kini, pihak TribunFlores.com, belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara terkait dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga yang turut menyaksikan pertandingan itu mengatakan sikap para suporter maupun para pemain tak layak ditiru.

"Mereka tidak menunjukkan sikap yang sportif. Kalaupun ada pelanggaran ada wasit yang bisa jadi pengadil. Para suporter juga tidak perlu harus masuk ke lapangan hingga menggagalkan pertandingan itu," ungkapnya.

Ia pun berharap semoga kedepannya geliat sepak bola di Kabupaten Sikka semakin maju dan menjunjung tinggi nilai sportifitas.

Berita Sikka Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved