Berita Sikka
Nelayan dan Warga Waipare, Sikka, Minta Pemerintah Bangun Pemecah Ombak
Wilayah Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka sering mengalami abrasi dan banjir rob setiap tahunnnya
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tanggul-rusak.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Wilayah Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka sering mengalami abrasi dan banjir rob setiap tahunnnya. Warga meminta pemerintah Kabupaten Sikka membangun pemecah ombak.
Tidak sedikit rumah warga yang berada di pesisir Utara Pulau Flores itu rusak dihantam abrasi dan gelombang tinggi. Selain rumah, puluhan perahu nelayan juga hancur dihantam gelombang.
Pantauan TribunFlores.Com, Senin, 2 Januari 2023 siang di Waipare, Desa Watumilok, tampak bagian belakang rumah-rumah warga jebol akibat dihantam gelombang.
Terlihat tanggul penahanan gelombang yang letaknya hanya dua meter di belakang rumah warga juga jebol akibat sering dihantam gelombang.
Baca juga: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Landa Pantai Utara Sikka
Martono, salah seorang warga Waipare, Desa Watumilok yang juga merupakan seorang nelayan mengaku kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan warga setempat.
Dia mengaku selalu waspada setiap kali musim hujan, angin kencang dan gelombang tinggi menghantam wilayah pesisir Kecamatan Kangae itu.
Martono berharap Pemerintah Kabupaten Sikka membangun pemecah gelombang guna mengantisipasi abrasi di tahun-tahun mendatang.
"Kami minta pemerintah bangun pemecah ombak supaya kami tidak takut lagi, ini setiap tahunnya kami harus dilanda ketakutan, rumah dan perahu-perahu kami sering menjadi korban," ujar Martono.
Berita TribunFlores.Com lainnya di Google News