Berita Flores Timur

Piter Da Silva Pakai Dukun Cari Kapal Hilang di Larantuka

Piter Da Silva menggunakan jasa dukun atau orang pintar untuk mencari kapalnya yang hilang. Kapal ikan miliknya itu hilang sejak awal Januari 2022.

TRIBUNFLORE.COM/PAULUS KABELEN
Petrus Da Silva, pemilik kapal ikan yang hilang saat berlabuh di Kelurahan Pantai Besar, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 14 Januari 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Pencarian satu unit kapal ikan milik Petrus Da Silva, warga Larantuka, Kabupaten Flores Timur yang hilang sejak awal Januari 2022 ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami.


Hingga saat ini, Sabtu 14 Januari 2023, kapal yang dibuat seharga Rp 165 juta belum ditemukan. Piter bersama istrinya, Lusia Beta Ubun bahkan menggunakan jasa orang pintar (dukun) berharap kapal berkapasitas mesin 30 PK ditemukan.


Atas petunjuk orang pintar, Piter lalu mencari sampai ke wilayah Ilebura berjarak sekitar 47 kilo meter dari Kota Larantuka. Upaya pencarian juga dibantu pihak Polres Flores Timur namun hasilnya nihil.


Piter bercerita, kapal tersebut hilang dalam posisi berlabuh di pesisir pantai Kelurahan Pantai Besar, Kecamatan Larantuka. Ia nyaris depresi lantaran kapal itu dibuat menggunakan uang tabungan pensiunan sebagai karyawan BUMN dan usaha batako.

Baca juga: Pemilu 2024, 1.435 Pelamar Ikuti Seleksi Anggota PPS di Flores Timur, Butuh 750 Orang

 


"Waktu itu saya ada di Kupang. Tiba-tiba Joni Karvallo telfon bilang kapal hilang. Joni itu saya percayakan sebagai penanggung jawab," katanya kepada wartawan, Sabtu 14 Januari 2023.


Saat mendatangi lokasi, katanya, beberapa warga mengaku menemukan dua buah bak kapal, satu buah kursi, dan satu kerjanjang penyimpan piring gelas. Informasi itu menyayat hatinya lantaran kapalnya baru beroperasi satu bulan.


"Kapal buat di Delang bulan Agustus 2022. Operasi tangkap ikan kurang lebih satu bulan. Kita cari uang setengah mati, kumpul uang hasil keringat sendiri baru bisa buat itu kapal," sahutnya dengan sorotan mata yang mulai berkaca.


Sambil menghembus nafas sesak, Piter mengaku kapal itu bukan semata membuka usaha, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran. Ia mendapat sedikit jatah dari total tangkapan ikan jenis tuna, dasar, dan cakalang.


"Saya ambil Rp 10 ribu perkilo dari harga Rp 44 ribu perkilo," katanya.


Kejadian yang dialaminya sudah sampai ke Polres Flores Timur beberapa minggu lalu. Ia juga melaporkan ucapan seorang pria berinisial DF yang menyebutkan pelaku pencurian adalah keluarganya sendiri. Ia berharap pihak kepolisian memanggilnya untuk diperiksa.

Baca juga: Pelamar Panitia Pemungutan Suara di Flores Timur Capai 1453


Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Lasarus M.A La'a dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon, cukup terkejut ketika diberitahu soal pengakuan DF, seperti yang disampaikan Piter Da Silva.


"Coba dia (Piter Da Silva) kasih konfirmasi supaya kita cek itu nomor dan caritahu," sahutnya.


Ia mengatakan, sejak menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian sampai ke perairan Tanjung Bunga dan Ilebura. Usaha keras selama beberapa hari terakhir belum menemukan tanda-tanda positif. (*)

Berita TribunFlores.com Lainnya di Google News

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved