Selasa, 21 April 2026

Berita Lembata

Apolonaris Bilang Perpustakaan Daerah Goris Keraf Lembata Gudang Ilmu, Bukan Tempat Buangan

Apolonaris menjelaskan, perpustakaan daerah akan menggelar sejumlah kegiatan literasi yang melibatkan anak anak sekolah dan komunitas anak muda lainya

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Apolonaris Bilang Perpustakaan Daerah Goris Keraf Lembata Gudang Ilmu, Bukan Tempat Buangan
TRIBUNFLORES.COM / RICO WAWO
SURVEI - Tiga orang tim survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas) datang ke Lembata untuk melakukan survei para calon penerima bantuan buku dan rak buku dari perpustakaan nasional, Kamis 9 Februari 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA - Perpustakaan daerah Goris Keraf Kabupaten Lembata adalah gudang ilmu, bukan tempat buangan atau gudang buku belaka.

Oleh karena itu, perpustakaan adalah episentrum dari kemajuan suatu daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan saat menerima kunjungan tiga orang tim survei dari Perpustakaan Nasional di ruang kerjanya, Kamis, 9 Februari 2023.

Apolonaris menjelaskan, perpustakaan daerah akan menggelar sejumlah kegiatan literasi yang melibatkan anak anak sekolah dan komunitas anak muda lainnya.

Baca juga: Rayakan HPN 2023, Aliansi Jurnalis Lembata Berbagi Kasih di Panti Asuhan

 

Apolonaris juga bercerita tentang kegiatan bulan bahasa yang digelar tahun lalu di perpustakaan serta seminar tentang pakar bahasa Indonesia asli Lembata, Goris Keraf. Seminar itu kemudian merekomendasikan supaya perpustakaan daerah itu diberi nama Goris Keraf. Bupati Lembata juga sudah mengeluarkan SK tentang perubahan nama perpustakaan daerah Lembata.

"Kami ingin berikan penghargaan dan edukasi juga kepada anak anak supaya merasa bangga dan jadi penulis. Ini semangat yang coba kami dorong," ungkapnya.

Perpustakaan daerah Lembata juga bekerja sama dengan RSUD Lewoleba dan Lapas Kelas III Lembata menyiapkan pojok baca di dua lembaga publik itu.

Rita Suartini, S. Ip, dari Perpustakaan Nasional menjelaskan pemerintah mengambil peranan penting dalam meningkatkan literasi informasi di Indonesia dengan membuka pojok baca digital yang bahkan ditempatkan di lokasi lokasi umum. Misalnya Kantor Dinas Kependudukan, Pelabuhan rakyat dan tempat umum lainnya.

Ia mengungkap Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai representasi pemerintah menjadi lembaga terdepan dalam peningkatan literasi informasi di Indonesia.

Baca juga: Sekdes Lewoingu Jelaskan soal Penemuan Tengkorak Manusia di Eputobi, Identitasnya Sudah Diketahui

Pada kesempatan itu, tim dari Perpustakaan Nasional melakukan survey ke RSUD Lewoleba, Lapas Lembata dan tiga desa lainnya yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Lembata sebagai desa terbelakang dan tertinggal.

Tiga orang tim survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas) datang ke Lembata untuk melakukan survei para calon penerima bantuan buku dan rak buku dari perpustakaan nasional.

Para calon penerima bantuan berdasarkan keputusan Bupati Lembata yaitu empat desa yang masuk dalam desa terdepan tertinggal dan terbelakang di antaranya desa Ria Bao, desa Pada, desa Wulandoni, dan desa Leubatang.

Selain empat desa tersebut sasaran lembaga yang akan menerima program ini adalah RSUD Lewoleba dan Lapas Kelas III Lembata dengan bantuan 500 judul buku dan fasilitas lainnya.

Ikuti Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved