Senin, 13 April 2026

Berita Flores Timur

Biang Kerok Lonjakan Harga Beras di Flotim, Distributor dan Pengecer Saling Tuding

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Flores Timur, Siprianus Sina Ritan, mengatakan pihaknya sedang menelusuri

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Biang Kerok Lonjakan Harga Beras di Flotim, Distributor dan Pengecer Saling Tuding
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
ANTRI - Ratusan warga di Kabupaten Flores Timur antri beras di Perum Bulog Larantuka, Rabu 15 Februari 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Lonjakan harga beras jenis medium dan premium di Kabupaten Flores Timur kurang lebih sebulan terakhir disinyalir adanya permainan segelintir orang untuk meraup keuntungan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Flores Timur, Siprianus Sina Ritan, mengatakan pihaknya sedang menelusuri biang kerok yang diduga nakal memainkan harga hingga membuat warga kewalahan.

Siprianus menerangkan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), pengecer dan distribututor saling tuding. Karena demikian, pihaknya segera mengadakan pertemuan melibatkan kedua belah pihak untuk memberikan keterangan.

"Antara distributor dan pengecer saling lempar persoalan. Kami pergi ke pengecer, mereka bilang harga dari distributor sekian (lebih mahal dari sebelumnya)," ujarnya, Rabu 15 Februari 2023.

Baca juga: Dinkes Flores Timur Pastikan 21 Puskesmas Miliki Antropometri KIT dan USG

 

Sementara keterangan langsung pihak distributor yang disebutnya dari Maumere, Kabupaten Sikka, mengaku menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag RI.

"Tadi kami ambil data dari dua belah pihak. Besok kita akan konfrontir langsung antara distributor dan pengecer," katanya.

Berdasarkan monitoring lapangan, katanya, salah satu dari kedua belah pihak diduga sengaja memainkan situasi hingga harga melonjak drastis.

"Masih banyak pelaku usaha yang main kucing-kucingan bahwa alasannya ada di distributor, sementara distributor bilang jual sesuai aturan. Berarti diantara dua pihak ini pasti ada yang memainkan situasi," tandasnya.

Di Pasar Larantuka, harga beras premium tembus Rp 15.000 per kilogram, sementara beras medium sudah normal lantaran Perum Bulog Larantuka membuka pasar murah yang menjual beras sesuai HET yaitu Rp 9.000 per kilo gram.

"Premium rata Rp 14.000, ada juga yang Rp 15.000, sementara medium hampir tidak ditemukan," paparnya.

Ia mengaku sudah memberikan teguran keras terhadap pedagang pasar agar tidak memasang harga di atas kewajaran. Ia juga mengingatkan Bulog Larantuka hanya melayani penjual bagi warga.

"Yang masih jual di atas HET maka kita akan cabut ijin usaha dan libatkan APH (penegak hukum)," tegasnya.

Pantauan di Bulog Larantuka, ratusan warga membeludak mengantri beras murah. Banyak warga yang datang dari Kecamatan Tanjung Bunga berjarak sekira 30 kilo meter dengan ongkos angkutan pedesaan pergi-pulang Rp 40 ribu.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved