Berita Ngada
Bupati Ngada Andreas Paru Resmikan Zona Penerima Kebun Raya Wolobobo
Peresmian Zona Penerima Kebun Raya Wolobobo ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersamaan oleh Bupati Andreas
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bupati-Ngada-Resmikan-Kebun-Raya.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Bupati Kabupaten Ngada Andreas Paru meresmikan Zona Penerima Kebun Raya Wolobobo, di Bukit Wolobobo yang terletak di antara Desa Bomari Kecamatan Bajawa dan Desa Rakateda, Kecamatan Golewa Barat, pada Jumat 28 April 2023.
Peresmian Zona Penerima Kebun Raya Wolobobo ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersamaan oleh Bupati Andreas, Wakil Bupati Raymundus Bena dan Ketua DPRD Ngada, Berni Dhey. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penanam pohon.
Bupati Andreas saat diwawancarai TRIBUNFLORES.COM di Kebun Raya Wolobobo, menerangkan, keberadaan Kebun Raya Wolobobo, sesuai dengan fungsi kebun raya itu sendiri yakni untuk konservasi, penelitian, rekreasi dan eduwisata.
Bupati Andreas mengatakan, sebetulnya ada lima zona dalam Kebun Raya Wolobobo antara lain Zona Penerima, Zona Konservasi, Zona Pengelola, Zona Koleksi dan Zona Wisata Alam, namun saat ini yang baru dikembangkan adalah Zona Penerima.
Baca juga: Bincang Jurnalistik di Bajawa, Yayasan Arnoldus Wea Hadirkan Jurnalis, Pelajar dan Pegiat Literasi
"Dalam masterplan Kebun Raya Wolobobo sebetulnya ada lima. Dan, yang hari ini kita resmikan itu baru Zona Penerima," kata Bupati Andreas.
Zona Penerima mencakup area yang dialolaksikan untuk menerima dan memberikan pelayanan kepada para pengunjung.
Luas Zona Penerima mencapai 2,16 Hektare dari total luas Kebun Raya Wolobobo yang mencapai kurang lebih 99 Hektare. Zona Penerima meliputi gerbang, loket tiket, parkir pengunjung, papan nama, pusat informasi, deck view dan jalan tersier.
Menurutnya, Kebun Raya Wolobobo akan terus dikembangkan sehingga manfaatnya benar - benar dirasakan. Oleh karena itu, Bupati Andreas meminta kepada stakeholders terkait berkolaborasi untuk secara bertahap menata Kebun Raya Wolobobo.
Bupati Andreas mengajak kaum muda baik perorangan maupun komunitas untuk gencar mempromosikan destinasi wisata termasuk Kebun Raya Wolobobo lewat media sosial.
Dalam acara peresmian itu juga Bupati Andreas menyerahkan mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank NTT dan idcard bagi para petugas Kebun Raya Wolobobo. Dengan transaksi sistem digital ini, kata Bupati Andreas, bisa mencegah kebocoran dan Pungli. (ORC).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News