Pemilu 2024
Gelar Media Gathering, Bawaslu Ende Ajak Jurnalis dan Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif
Meski demikian, tugas pengawasan tahapan pemilu bukan hanya menjadi tanggungjawab Bawaslu saja, namun menjadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Media-Gathering-di-Ende-Pemilu-2024.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ende menggelar kegiatan media gathering di Rumah Makan Cita Rasa, Kota Ende pada, Sabtu 20 Mei 2023 pagi.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Bawaslu Ende dan anggota, para jurnalis yang bertugas di Ende, dan mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan seperti GP Ansor, PMKRI, GMNI, serta GMKI Cabang Ende.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Ende, Dr. Natsir B. Kotten mengatakan bahwa, tujuan dari pelaksanaan media gathering adalah untuk menyamakan persepsi terkait dengan tahapan pelaksanaan pemilu 2024.
Sesuai mandat yang diberikan oleh negara, tugas Bawaslu melaksanakan pengawasan setiap tahapan pemilu, melakukan pencegahan pelanggaran pemilu, penindakan, dan sengketa pemilu.
Baca juga: Gelar Media Gathering, Bawaslu Lembata Bahas Alokasi Jumlah Kursi dan Dapil
Meski demikian, tugas pengawasan tahapan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu saja, namun menjadi tanggung jawab bersama semua pihak.
Untuk itu, dirinya berharap, peran media dan mahasiswa juga sangat dibutuhkan dalam melakukan pengawasan pemilu.
"Jangan tinggal Bawaslu sendirian. Mari kita bersama mengawasi setiap tahapan pemilu agar menghasilkan pemimpin yang diharapkan bersama," ungkapnya.
Natsir mengungkapkan, menjadi pengawas partisipatif sebenarnya sangat mudah. Caranya mudah sekali seperti mencermati setiap tahapan pemilu, memahami aturan pemilu, mengawasi dan melaporkan jika ditemukan pelanggaran.
"Dalam melakukan pengawasan, Bawaslu mengedepankan pendekatan persuasif. Karena kita tidak inginkan adanya gesekan di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPP RRI Ende, Burhanudin Ramadlan mengungkapkan bahwa, media harus independen dalam memberitakan terkait dengan jalannya pelaksanaan pemilu.
Menurutnya, tugas untuk menyukseskan pemilu adalah tugas semua pihak termasuk media. Untuk itu, media harus independen dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.
"Kita harus bersama-sama melakukan pengawasan terhadap tahapan pemilu. Untuk itu kita harus independen dalam melaksanakan tugas di lapangan," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, beberapa jurnalis meminta kepada Bawaslu agar membuka akses informasi yang seluas luasnya terkait kerja-kerja pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu sehingga masyarakat dapat mengetahuinya. (tom)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News