Selasa, 7 April 2026

Berita Sikka

Tujuh Desa di Kabupaten Sikka Dilanda Kekeringan

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka menyebutkan data sementara tujuh desa dilanda kekeringan, namun kemungkinan ada penambahan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Tujuh Desa di Kabupaten Sikka Dilanda Kekeringan
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
Warga di Kabupaten Sikka sedang mencari air minum bersih, Rabu 9 Agustus 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Sejumlah  tujuh desa di Kabupaten Sikka sudah mulai kesulitan mendapatkan air minum bersih sejak beberapa bulan terakhir.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka menyebutkan terdapat tujuh desa yang mengalami dampak kekeringan yakni tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Kangae dan Kecamatan Nele.

Tujuh desa tersebut antara lain di desa Magepanda, Reroroja, Kolisia, Waturea,  Nele Urung, Habi dan Desa Langir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka, Yohanes Yan Laba, Rabu 9 Agustus 2023 mengatakan saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan di setiap kecamatan dan desa yang mengalami dampak kekeringan.

Baca juga: Kesulitan Akses Jaringan Internet, Guru di SMPN Henga Sikka Gagal Daftar Tes Calon Guru Penggerak

 

 

Lanjut Yan Laba, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran bupati untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan menyiapkan SK status siaga bencana.  Selain itu, tim kaji cepat BPBD Sikka akan mengkoordinasikan dengan instansi terkait dinas pertanian, dinas kesehatan, PUPR untuk melakukan pendataan di 21 Kecamatan.

"Dan kami sudah turun ke masing-masing desa untuk melaksanakan pendataan tentang dampak dari kekeringan, data ini sementara kami rekap, " ujarnya.

Dia berharap kepada masyarakat untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa karena penanganan kekeringan jangan bukan hanya urusan BPBD tetapi urusan pemerintah desa dan kecamatan.

"Kami juga punya keterbatasan sarana, keterbatasan anggaran dan keterbatasan personil jadi bencana ini harus menjadi paradigma baru menjadi urusan bersama," ujarnya.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Kantor BPD di Lewomada Sikka Nyaris Ambruk 

Dikatakannya, pada peraturan pemerintah desa para kepala desa dan para camat harus mengkonsolidasi agar anggaran di bidang V anggaran kebencanaan bisa mengantisipasi kebutuhan -kebutuhan masyarakat misalnya air minum.

Meski demikian, BPBD Sikka akan terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

"Kita tetap akan berkolaborasi, intinya janagn sepenuhnya semua urusan ke BPBD, karena BPBD punya keterbatasan akan tetapi koordinasi tetap berjalan," ujarnya. *

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved