Rabu, 8 April 2026

Berita NTT

Dusun Flobamora Diskusi Buku Album Kecil tentang NTT

“Dari beberapa materi yang sudah saya baca, kelihatan sekali pembelaannya terhadap masyarakat kecil,”.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Dusun Flobamora Diskusi Buku Album Kecil tentang NTT
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
Tim Dusun Flobamora NTT Bersama Jurnalis Pos Kupang, Fery Jahang. 

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-“Dari beberapa materi yang sudah saya baca, kelihatan sekali pembelaannya terhadap masyarakat kecil,”.

Demikian Ferry Jahang, Jurnalis Pos Kupang, sebagai salah satu narasumber diskusi buku Album Kecil tentang NTT, pada Sabtu (12/08) di SMP Katolik St. Yoseph Naikoten Kupang.

Album Kecil tentang NTT, buku yang diterbikan Dusun Flobamora pada Juni 2023, adalah kumpulan tulisan feature dan wawancara yang sebelumnya dikerjakan John Taena sebagai produk jurnalistik untuk Pos Kupang.

Di sampul belakang buku, penerbit menyampaikan bahwa Album Kecil tentang NTT berisi kisah-kisah kecil dari penjuru NTT tentang berbagai hal. Bertolak dari hasil pembacaan terhadap konten buku tersebut, menurut Ferry, kesulitan utama yang dihadapi seorang jurnalis adalah mendeskripsikan hasil pengamatan tanpa melibatkan opini.

 

Baca juga: Karutan Maumere : Saya Bangga dan Apresiasi Lomba Tari Maumere Bergoyang

 

 

“Banyak terjadi sekarang, orang melihat fakta di lapangan, tetapi ketika mendeskripsikan, ada opini di dalamnya. Bukannya tidak boleh beropini, tetapi si jurnalis harus menginterpretasikan secara tepat. Ketika feature masuk ke media, kita tetap mengikuti pakem jurnalistik. Harus mengikuti kode etik, teknik menulis, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ferry berpendapat ada beberapa tulisan dalam Album Kecil tentang NTT yang potensial untuk digarap lebih lanjut, tetapi justru hanya dimunculkan sekilas.

“Padahal, kalau itu digarap, itu jauh lebih penting daripada materi awal yang ditulis,” tegasnya.

John Taena, sang penulis buku, mengungkapkan bahwa gagasan awal untuk mengumpulkan produk-produk jurnalistiknya selama bekerja di Pos Kupang muncul pada sekitar tahun 2016. Gagasan itu hadir setelah ia berdiskusi dengan dua rekan penulis NTT, Efry Tanouf dan Felix Nesi. Manuskrip buku tersebut dikirimkan ke penerbit Dusun Flobamora oleh Felix Nesi, sebagaimana diterangkan penerbit di bagian Pengantar buku.

“Dulu, saya mengumpulkan karya-karya saya dalam bentuk kliping, sebagian sempat diarsipkan di blog,” ujar John di kesempatan berbeda. Menurutnya, kelengahan membuat klipingnya kemudian tercecer dan tidak sempat diselamatkan. “Tulisan dalam buku ini akhirnya saya kumpulkan dari arsip digital,” tambahnya.

Diskusi yang dipandu oleh Mario F. Lawi itu diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada kedua narasumber oleh Koordinator Umum Dusun Flobamora Amanche Franck Oe Ninu, Pr.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved