Berita Flores Timur
Kades Waibao Keroyok Warga, Empat Pekerja Perusahaan Mete Diskors Seminggu
Pengeroyokan terhadap warganya oleh oknum Kepala Desa Waibao di Kabupaten Flores Timur yang berlarut-larut menyeret empat kerja perusahaan mete.
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KADES-WAIBAO.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Empat pekerja di perusahaan mete PT Tiga Tres Indonesia di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur diskors seminggu. Mereka diduga ikut campur dengan korban Yohanes Bulet Koten (24) yang melaporkan pengeroyokan oleh Kepala Desa Waibao, Heronimus Raga Aran dan stafnya.
Seorang dari tiga pekerja PT Tiga Tress Indonesia, Stefanus mengaku manajemen perusahaan menskors mereka karena dianggap ikut campur dalam kasus yang saat ini ditangani pihak Polres Flores Timur.
"Kami empat orang menghadap di kantor. Dari pak staf mereka bilang ada kabar dari bapa desa, suruh kami berempat istirahat selama satu minggu untuk urus masalah ade Robin (sapaan Yohanes Bulet Koten)," kata Stefanus melalui sambungan telepon, Selasa 12 September 2023.
Menurut Stefanus, mereka sama sekali tak ikut campur saat korban membuat laporan polisi. Ia hanya bisa pasrah meski pekerjaan itu sumber utama memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Baca juga: Soeratin Cup U-17 Ngada 2023, BMP FC Flores Timur Seleksi Ratusan Pemain
"Kami sudah tanya dengan semua keluarga, mereka bilang tidak tahu apa-apa. Masalah itu tidak ada ikut campur masyarakat," katanya.
Stefanus dan tiga pekerja lainya baru menjalani skors Selasa,12 September 2023. Dia dan korban masih memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu dalam rumpun suku.
Ia sama sekali tak menyangka bakal terkena imbas dari kasus yang bergulir sejak 17 Agustus 2023 itu, padahal kasus itu tak ada sangkut paut dengan pekerjaan mereka di PT Tiga Tres Indonesia.
"Saya sudah satu tahun lebih kerja. Pekerjaan itu satu-satunya sumber pendapatan," tuturnya.
Baca juga: Kronologi Sepupu Tega Rudapaksa Adiknya di Flores Timur
Yohanes Bulet Koten, mengatakan tak ada campur tangan pihak lain, apa lagi empat pekerja perusahaan yang dituding membantunya menempuh proses hukum.
"Bilangnya selesaikan masalah saya ini dulu. Saya coba tanya ke mereka (empat pekerja), mereka dikira jadi sponsor untuk lapor," katanya.
Kepala Desa Waibao, Heronimus Raga Aran, saat dikonfirmasi melalui pesan whatasapp, meminta menghubungi empat pekerja yang diskors. Ia juga belum memberikan penjelasan lantaraan saat ini masih mengikuti agenda pertemuan.
"Sebentar, saya ada pertemuan," tukasnya dalam suara panggilan telepon.*
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News