Agama Katolik dan Protestan
Perbedaan Agama Kristen dan Katolik Paling Mencolok
Tiap Gereja punya ciri khasnya masing-masing termasuk Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Katolik.
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-di-Flores.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hingga saat ini masih ada yang keliru membedakan antara agama Kristen Protestan dan Agama Katolik lantaran warna kedua agama ini hampir sama.
Jika dilihat sepintas memang kedua agama ini memiliki kesamaan. Agama Kristen Protestan awalnya dibangun oleh seorang penganut Agama Katolik Roma yakni Martin Luther, sekitar Tahun 1517. Ia diketahui menempelkan atau memakukan 95 dalilnya di depan pintu Gereja Kastil Wittenberg Jerman.
Kritikan keras Martin Luther adalah mengenai praktik indulgensi dalam tubuh Gereja Katolik. Indulgensi artinya surat penghapusan dosa.
Adapun menurut Martin, dalam Alkitab diajarkan bahwa manusia bisa mengakui dosa dan meminta ampun secara langsung kepada Allah. Maka, kuasa Manusia mengampuni dosa dengan kata lain tak dapat dibenarkan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 24 November 2023, Membawa Kebaikan dan Berkat Bagi Orang Lain
Salah satu ayat yang menjadi pendasaran Argumen Martin adalah 1 Yohanes 1:9: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Gerakan Reformasi yang digagas Martin ini mendapat respon yang baik dari kalangan umat yang setuju dengan hal yang disampaikan Martin.
Maka dalam perjalanan waktu, berpedoman pada ajaran Martin umat yang kontra dengan Agama Katolik pun membentuk kepercayaan baru, dan berkembang hingga saat ini.
Dan, tak dapat dimungkiri bahwa pecahnya Gereja juga menciptakan ciri khas tersendiri di antara Gereja Kristen yang berdiri.
Tiap Gereja punya ciri khasnya masing-masing termasuk Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Katolik.
Untuk itu, berikut ini TribunFlores.Com melampirkan beberapa perbedaan mencolok yang dimiliki kedua Gereja tersebut.
1. Cara Berdoa
Umat Katolik mengawali dan mengakhiri doanya dengan membuat tanda salib. Sementara itu, umat Kristen Protestan tak mempraktekkan tanda salib.
2. Kita Suci
Dengan adanya 95 dalil dari Martin Luther dan kemudian dijadikan sebagai pedoman lalu dikembangkan maka formulsi kitab suci agama Kristen Protestan dan Katolik memiliki perbedaan.
Untuk Agama Kristen Katolik, ada kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian baru serta ada beberapa tambahan tulisan lain yang biasa disebut keduanya sebagai Deuterokanonika. Sedangkan, Agama Kristen hanya mengakui Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian versi lama.
Alkitab Protestan hanya memiliki 39 kitab dalam Perjanjian Lama, sedangkan Alkitab Katolik memiliki 46. Tujuh kitab tambahan yang termasuk dalam Alkitab Katolik adalah Tobit, Judith, 1 dan 2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, dan Baruch.
Sementara Kanon Katolik juga mencakup bagian dari Kitab Ester dan Daniel, tidak ditemukan dalam Alkitab Protestan.
Beberapa Alkitab Protestan masih memasukkan kitab-kitab ini, sementara yang lain tidak.
Dikarenakan ada banyak denominasi Protestan di seluruh dunia, daftarnya bervariasi sesuai dengan praktik masing-masing gereja Kristen.
3. Sakramen
Agama Kristen hanya memiliki dua (2) Sakramen yakni; Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus (Ekaristi).
Sedangkan agama Katolik memiliki tujuh (7) Sakramen yakni; pembaptisan, krisma, ekaristi, pernikahan, pengurapan, imamat, dan pengakuan dosa.
4. Pemimpin Tertinggi atau Pemuka Agama
Dalam agama Katolik terdapat Hierarki Gereja yang terdiri dari Paus, Kardinal, Uskup, Imam Diosesan dan Imam Biarawan.
Sementara itu, beberapa denominasi Protestan juga memiliki hierarki yang mencakup kaum awam, pendeta, dan uskup (tetapi tidak ada Paus).
Gereja-gereja independen dan persekutuan gereja non-denominasi menjauhkan diri dari semua hierarki di luar jemaat lokal, karena menganggap gereja lokal sebagai badan yang otonom dan mempunyai pemerintahan sendiri.
Dalam Agama Kristen Protestan pewarta Injil dan bertugas merayakan Perjamuan Kudus disebut Pendeta. Lalu agama Katolik menyebutnya dengan nama Pastor, Imam Pater atau Romo.
5. Nama Baptis
Untuk Katolik nama anak harus diadopsi dari nama santo-santa. Misalnya, Maria, Yohanes, Petrus dan nama lainnya.
Sementara itu, Agama tak diwajibkan memiliki nama baptis namun nama yang diambil bersumber dari nama-nama yang tertulis dalam Alkitab misalnya, Musa, Daniel, Daud dan nama lainnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News