Senin, 27 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024, Efata

Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Efata. Baca renungan katolik hari ini.

Tayang:
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024, Efata
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Efata. Baca renungan katolik hari ini. 

Oleh: Br. Pio Hayon, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024.

Tema renungan harian katolik yaitu Efata.

Renungan harian katolik disiapkan oleh Br. Pio Hayon, SVD.

Hari ini Jumat 9 Februari 2024 merupakan Hari Jumat Pekan Biasa V, Santa Apolonia, Martir, Santo Paulinus Aquileia, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Jumat 9 Februari 2024 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 9 Februari 2024 Pekan Biasa V

 

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 11:29-32.12:19

"Israel memberontak terhadap keluarga Daud."

Pada waktu itu Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo, keluar dari Yerusalem. Di tengah jalan ia bertemu dengan Nabi Ahia, orang Silo, yang berselubung kain baru. Hanya mereka berdua yang ada di padang.

Ahia memegang kain baru yang ada di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan; Ia berkata kepada Yerobeam,

“Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku.

Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.” Demikianlah orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 81:10-11ab.12-13.14-15

Ref. Akulah Tuhan Allahmu, dengarkanlah Aku.

Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah allah asing. Akulah Tuhan, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!

Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.

Bait Pengantar Injil Kis 16:14b
Ref. Alleluya

Ya Allah, bukalah hati kami, agar kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Bacaan Injil Markus 7:31-37

"Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara."

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus, dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu,

lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, “Effata”’ artinya: Terbukalah!

Maka terbukalah telinga orang itu, dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga.

Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar,

yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”anya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Efata adalah berasal dari bahasa Aram yang biasa dipakai dalam bahasa percakapan pada jaman Yesus yang berarti sebuah perintah “Terbukalah”. Terbuka berarti sebelumnya tertutup atau terikat atau terbelenggu dan dilepaskan lalu menjadi bebas atau terbuka ikatannya. Inti dari kata Efata atau terbukalah itu adalah sebuah perintah untuk membuka sebuah ikatan yang sudah membelenggu seseorang atau sebuah benda. Dan ketika ikatan itu sudah dilepaskan atau terbuka maka ada pembebasan. Maka terbukalah di sini mengandung unsur pembebasan.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pada hari ini kita sekali lagi disegarkan dengan suguhan rohani dari bacaan suci untuk kita renungkan dan refleksi bersama. Dalam bacaan pertama, tergambar dengan jelas akan rencana Allah untuk menghancurkan bangsa Israel dan Raja Salomon yang telah berpaling muka dari Allah. Bangsa Israel akan terbagi-bagi dalam dua belas suku. Di antara semua suku itu, ada dua suku yang diberikan kepada Daud sedangkan yang lainnya akan diberikan kepada para musuh. Semua ini Tuhan lakukan sebagai tanda kemurkaanNya kepada semua yang telah melanggar perintah dan kehendakNya.

Salomon yang telah jatuh dalam dosa dan berpaling kepada jalan lain serta melupakan menjadi alasan utama Allah menjatuhkan hukuman kepadanya dan kepada umat Israel. Salomon masuk dalam ikatan setan karen dia menyembah para dewa dan bukan kepada Tuhan. Dan kisah Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang tulis dan bisu. Yesus membebaskan orang itu dari belenggu yang mengikatnya sampai dia bisa bicara dan mendengar. Yesus dalam menyembuhkan orang ini, Yesus melakukan dua tindakan. Tindakan pertama adalah dengan berkata: “Efata” yang artinya terbukalah. Dan tindakan berikutnya adalah Yesus memisahkan orang sakit itu dari orang banyak dan menyentuh telinga dan meraba lidah orang itu lalu berkata Efata dan dia menjadi sembuh. Ikatan itu terlepas dari mulut dan telinga orang itu.

Dia akhirnya bisa mendengar dan berbicara kembali. Kisah itu dimulai dengan orang-orang itu meembawa kepada Yesus seorang yang gagap dan tuli serta memohon agar bisa disembuhkan. Lalu yang dibuat oleh Yesus adalah “Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak itu sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukan jariNYa ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!” artinya “Terbukalah”. Dan orang itu bisa mendengar dan berbicara kembali, dia menjadi sembuh. Dalam terang injil ini, Yesus mau memberi kita pengajaran tentang selalu siap dan rela membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang membelenggu kita.

Dan dalam perspektif ini, belenggu atau ikatan yang membuat kita tak mampu berbicara atau mendengar dengan baik itu bisa seperti uang, jabatan, pangkat serta kedudukan dan kekayaan. Tetapi juga bisa terjadi ada begitu banyak belenggu lain yang sudah seperti dewa-dewi yang kita sendiri secara sadar atau tidak kita sembah dengan kepenuhan diri kita. Hasil akhirnya adalah kita pilih jalan lain dan melupakan Tuhan dan ajaran serta kehendakNya. Kita berpaling muka terhadap Tuhan dan memilih berjalan pada jalan “dewa-dewi” yang kita sembah itu seperti Salomon. Kita masing-masing pasti juga mempunya sembahan kita sendiri-sendiri dan yang sudah membelenggu kita. Itu tak terbantahkan lagi maka pada kesempatan ini kita disadarkan kembali untuk mengenali terlebih dahulu apa saja yang telah membelenggu atau mengikat kita atau dewa-dewi apa saja yang sudah kita sembah kemudian datang kepada Yesus untuk membuka belenggu kita masing dan bukan mencari pembenaran dengan menunjukkan dosa dan belenggu atau ikatan dosa orang lain. Mari kita mulai dari diri kita sendiri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: semua kita adalah pengikut Kristus Tuhan kita lewat pembaptisan yang kita terima. Itu berarti kita telah masuk dalam anggota barisan umatNya. Kedua, ketika kita telah menjadi umatNya maka kita harus mengikuti jalan Tuhan. Namun tidak semua kita ikut jalan Tuhan karena ada yang juga ikut jalan ‘para dewa-dewi’ masing-masing. Ketiga, kita perlu mengenali dengan baik dewa-dewi apa saja yang telah membuat kita berpaling muka dari Allah barulah kita datang kepada Yesus untuk memohon dibebaskan.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved