Perayaan Ekaristi Katolik

Sikap Tubuh Umat saat Konsekrasi dalam Perayaan Ekaristi Katolik

Sikap tubuh umat dalam mengikuti perayaan ekaristi sangat diperhatikan baik mulai dari ritus pembuka hingga ritus penutup.

Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
MISA KAMIS PUTIH - Uskup Maumere Mrg. Ewaldus Martinus Sedu Pr sedang memimpin Misa Kamis Putih di Kapela Rutan Kelas IIB Maumere, Kamis 6 April 2023 malam. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Dalam perayaan ekaristi katolik, terdapat aturan mengenai sikap tubuh umat saat perayaan ekaristi salah satunya adalah saat Konsekrasi.

Sikap tubuh umat dalam mengikuti perayaan ekaristi sangat diperhatikan baik mulai dari ritus pembuka hingga ritus penutup.

Aturan soal sikap tubuh bukan hanya sekedar aturan namun memiliki makna teologis.

Kali ini sahabat Tribuners disuguhkan informasi mengenai Sikap Tubuh Umat saat Konsekrasi dalam Perayaan Ekaristi Katolik. Simak selengkapnya di bawah ini;

Baca juga: Injil Katolik Selasa 5 Maret 2024 Lengkap Mazmur Tanggapan

 

Berkaca dari PUMR

PUMR 43. Umat berlutut pada saat konsekrasi, kecuali kalau ada masalah kesehatan atau tempat ibadat tidak mengijinkan, entah karena banyaknya umat yang hadir, entah karena sebab-sebab lain. Mereka yang tidak berlutut pada saat konsekrasi hendaknya membungkuk khidmat pada saat imam berlutut sesudah konsekrasi.

PUMR 150…. Bila dianggap perlu, sesaat sebelum konsekrasi, putra altar dapat membunyikan bel sebagai tanda bagi umat.

Demikian pula sesuai dengan kebiasaan setempat, pelayan dapat membunyikan bel pada saat hosti dan piala diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing.

Jika dipakai pedupaan seorang pelayan mendupai roti/piala pada saat diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing.

PUMR 222. c. Bila dianggap baik, waktu mengucapkan kata-kata Tuhan {Inilah Tubuh-Ku …/ Inilah Darah-Ku }, para konselebran mengulurkan tangan kanan (dengan telapak ke atas) ke arah roti dan piala.

Waktu hosti dan piala diperlihatkan, mereka memandangnya, kemudian menghormatinya dengan membungkuk khidmat.

Jadi kesimpulannya, sikap umat saat konsekrasi adalah:

a. (Sedapat mungkin) Berlutut. (43)

b. Saat roti dan anggur diangkat, umat memandangnya, kemudian membungkuk khidmat (222.c).

Sikap lain, seperti menyembah dll – adalah berasal dari sikap penghormatan dari budaya setempat.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved