Bencana di Manggarai
Satu Rumah Rusak dan 11 Rumah Terancam Pergerakan Tanah di Cibal Manggarai Direlokasi
Fenomena pergerakan tanah terjadi di Dusun Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai Minggu,BPBD Manggarai akan merelokasi rumah warga.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/tanah-bergrak.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Fenomena pergerakan tanah terjadi di Dusun Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai Minggu,10 Maret 2024 sekitar pukul 15.00 Wita.
Pergerakan tanah ini menyebabkan satu rumah warga rusak berat dan 11 lainnya terancam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai akan merelokasi rumah warga yang terdampak dan terancam fenomen pergerakan tanah ke lokasi yang aman.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar dihubungi Tribunflores.com melalui sambungan telepon pada Rabu, 13 Maret 2024 menerangkan, pemerintah telah mengecek lokasi dan bertemu warga terdampak.
"Kami bersama Bupati sudah ke lokasi dan telah meminta warga untuk relokasi. Mereka setuju untuk direlokasi dan intervensi dari pemerintah daerah pasti ada untuk dukungan infrastruktur membangun kawasan baru,"kata Stefanus.
Baca juga: BPBD Manggarai Terjunkan Alat Berat di Lokasi Bencana Longsor
Stefanus menegaskan, pergerakan tanah di Dusun Wotok kerap terjadi. Pemerintah daerah telah menghimbau warga setempat untuk tidak bermukim di tempat ini. Hal ini ia katakannya berdasarkan penelitian dari Badan Geologi pada tahun 2021 di lokasi pergerakan tanah tersebut.
"Tempat ini (lokasi pergerakan tanah di Wotok) tidak direkomendasikan untuk bangun rumah, kejadian ini berulang-ulang tetapi masyarakat masih membangun rumah, kita sudah arahkan untuk relokasi,"ucapnya
Sementara itu Kepala Dusun Wotok, Fansilius Ndak yang dihubungi Tribunflores.com di hari yang sama membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa pergerakan tanah ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di tengah intensitas hujan tinggi sejak 8 Maret 2024.
"Satu rumah tembok rusak berat dan 12 rumah warga lainnya terancam pergerakan tanah. Kejadian ini terjadi saat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari yang turun dari pagi sampai malam hari,"kata Fansilius melalui sambungan telepon.
Baca juga: Banjir Sungai Wae Pesi Reo Surut, BPBD Manggarai Imbau Warga Waspada
Dikatakannya, rumah yang rusak berat tersebut milik Yakobus Ladi, warga Dusun Wotok dan beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Untuk sementara mereka mengungsi di tempat yang lebih aman dan Bupati Hery sudah turun langsung untuk mengecek lokasinya. BPBD minta untuk mengungsi ke tempat yang aman dan rencananya akan direlokasi,"ujar Fansilius.
Berita Tribunflores.com lainnya di Google News