Sabtu, 11 April 2026

Gunung Lewotobi Erupsi

Getaran Banjir Gunung Lewotobi Terekam, Warga Lereng Diminta Waspada

Petugas PGA Lewotobi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Boby Lamanepa, menyebutkan saat ini terdapat getaran banjir lahar dingin.

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Getaran Banjir Gunung Lewotobi Terekam, Warga Lereng Diminta Waspada
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
GUNUNG LEWOTOBI - Gunung Lewotobi Laki-Laki (kanan) dan Gunung Lewotobi Perempuan (kiri) di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 3 April 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Getaran akibat banjir di kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki terekam alat Pos Pengamatan Gunung Api (PGA). Warga sejumlah desa di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang, Flores Timur, NTT, diimbau waspada.

Petugas PGA Lewotobi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Boby Lamanepa, menyebutkan saat ini terdapat getaran banjir lahar dingin di seismik Gunung Lewotobi.

"Himbauan kepada semua masyarakat agar selalu waspada terhadap aliran banjir lahar dingin," ujarnya, Rabu 3 April 2024.

Terlebih lagi pemukiman di sekitar kali yang berhulu dari puncak gunung api.

Baca juga: Batok Kelapa hingga Bonsai Jutaan Rupiah Dipamerkan saat Festival Bale Nagi di Larantuka

 

Warga wajib waspada lantaran saat ini intensitas hujan masih tinggi.

Sementara Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, melaporkan hasil evaluasi Gunung Lewotobi Laki-laki masih Level II (Waspada).

Dari hasil evaluasi periode 16-31 Maret 2024 secara visual dan instrumental, menunjukan aktivitas gunung masih fluktuatif. Asap kawah tanggal 22 Maret 2024 lebih tebal dan pekat dari sebelumnya.

Kemudian, terjadi guguran abu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada 29, 30, dan 31 Maret 2024. Guguran lava masih terjadi namun tidak teramati secara visual.

Baca juga: Puncak Mudik di Labuan Bajo Diprediksi H-5, 500 Penumpang Gunakan KM Tilongkabila

Warga Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Maria Resdiana Hasulie, mengaku beberapa hari lalu mendengar bunyi gemuruh di sekitar Gunung Lewotobi.

"Masih terdengar gemuruh. Kadang malam, kadang sore," katanya.

Ia mengatakan, warga Dulipali khususnya di RT 05 dan sekitarnya masih diteror banjir dari gunung. Pasalnya, aliran banjir itu mengarah ke pemukiman warga seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved