Berita Manggarai Timur
Nelayan Perbaiki Dermaga Borong yang Rusak Bukan Perintah Syahbandar
Perbaikan dermaga Borong yang rusak oleh kelompok nelayan bukan atas perintah atau paksaan dari pihak Wilayah Kerja (Wilker) Syahbandar Borong, namun
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/dermagas.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG-Perbaikan dermaga Borong di Manggarai Timur yang rusak oleh kelompok nelayan bukan atas perintah atau paksaan dari pihak Wilayah Kerja (Wilker) Syahbandar Borong. Inisiasi itu murni atas inisiatif sendiri dari para nelayan untuk memperbaikinya secara swadaya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Syahbandar Borong, Yanto kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 18 Juni 2024.
Yanto menerangkan, penimbunan urukan dari komunitas nelayan itu atas inisiatif sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Sebelum melakukan pekerjaan swadaya, kelompok nelayan juga bersama TNI Pos AL meminta izin kepada dirinya.
Dia sepakat dan memberi izin karena upaya itu dibuat atas inisiatif sendiri untuk perbaikan secara swadaya karena sampai dengan saat ini belum ada pelabuhan perikanan untuk aktivitas bongkar muat ikan.
Baca juga: Jajal Wisata Seru di Labuan Bajo, Main Kayak Susur Hutan Mangrove Rangko
Yanto menegaskan bahwa pelabuhan tersebut memang tidak difungsikan untuk pelabuhan ikan tetapi pelabuhan niaga untuk kapal-kapal perintis, kapal barang dan kapal penumpang.
Atas permintaan tersebut, kata Yanto, ia kemudian melaporkan kepada pimpinan yakni Kepala Kantor Syahbandar Marpokot. Atas laporan itu, pimpinan menyetujui atas keinginan baik mereka untuk memperbaiki secara swadaya atas inisiatif sendiri dari para nelayan.
"Pihak Syahbandar Marpokot juga menanyakan jangan sampai atas inisiatif dari petugas syahbandar, namun saya sampaikan bahwa itu murni atas inisiatif dari para nelayan karena mereka kesulitan untuk bongkar muat ikan, karena belum ada pelabuhan ikan sampai saat ini," katanya.
Sebelum perbaikan secara swadaya dibuat, Yanto sudah menyampaikan kepada para nelayan bahwa jika suatu saat ada perkembangan dermaga dari pemerintah, tidak boleh ada permintaan ganti rugi atau imbalan kepada para nelayan yang telah memperbaikinya secara swadaya. Para nelayan pun tidak mempersoalkan hal itu. Mereka malah sangat senang jika pelabuhan itu suatu saat dibangun dengan baik.
Pada tahun 2021 lalu pasca terjadi abrasi akibat banjir muara sungai Wae Bobo pada tahun 2020, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat, namun karena terkendala covid-19 dan juga Pemilu akhirnya belum terjawab usulan untuk pembangunan dermaga itu. Begitu juga dari Dinas Perhubungan sudah mengusulkan untuk perbaikan melalui proposal.
Kemudian pada tahun 2023 kemarin, pihaknya juga telah mengusulkan rancangan Rencana Induk Pelabuhan (RIP).
Disinggung terkait harapan warga supaya Borong dijadikan kota pelabuhan, Yanto mengapresiasi hal itu.
Ia juga telah melaporkan berulang-ulang kali dilengkapi dengan foto-foto kepada pimpinan, namun belum ada realisasinya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News