Rabu, 29 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Selasa 23 Juli 2024, Harus Saling Mengasihi

Mari simak renungan harian Katolik Selasa 23 Juli 2024.Tema renungan harian Katolik yaitu harus saling mengasihi.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Selasa 23 Juli 2024, Harus Saling Mengasihi
TRIBUNFLORES.COM / GG
KAPELA TUAN MA - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 23 Juli 2024.Tema renungan harian Katolik yaitu harus saling mengasihi. 

TRIBIUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 23 Juli 2024.

Tema renungan harian Katolik yaitu harus saling mengasihi.

Renungan harian katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Selasa 23 Juli 2024 merupakan Hari Selasa Biasa XVI, Peringatan fakultatif Santa Brigitta, Janda, Santo Apolinaris, Uskup dan Martir, dengan Warna Liturgi Putih.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 23 Juli 2024 Pekan Biasa

 

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 23 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Mi. 7:14-15,18-20

Nabi berkata, “Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri.

Mereka terpencil, mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka merumput di Basyan dan Gilead seperti pada zaman dahulu kala.

Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir.

Adakah Allah lain seperti Engkau, yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri, yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia?

Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.

Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 85:2-4,5-6,7-8

Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan, telah memulihkan keadaan Yakub. Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.

Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami. Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?

Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!

Bait Pengantar Injil Yoh 14:23
Ref. Alleluya, alleluya.

Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil Mat 12:46-50

Sekali peristiwa ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak, ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.

Maka berkatalah seseorang kepada-Nya, “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”

Tetapi Yesus menjawab kepadanya, “Siapakah ibu-Ku?” Dan siapakah saudara-saudara-Ku?” Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya,

Ia bersabda, “Inilah ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Sampai hari ini belum pernah terdengar ada orang yang mengaku keturunan Tuhan Yesus dan mengklaim memiliki keistimewaan tertentu karena masih ada hubungan saudara atau saudari dengan Yesus. Selain karena peristiwa historisnya sudah 2000 tahun silam, mungkin juga karena kisah Injil hari ini. Yesus sendiri mengumumkan, "Sebab, siapa saja yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku." Syarat utama menjadi saudara-saudari Yesus bukanlah pada keturunan lahiriah, melainkan "melakukan kehendak Bapa".

Sementara itu, ketika orang bertanya, "Siapakah Bapa dan kehendak-Nya?" Kitab Mikha dalam Bacaan Pertama menerangkan bahwa Bapa ialah Dia "yang mengampuni dosa dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia". la menyayangi kita, menghapus kesalahan kita, dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Dia juga menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Yakub dan kasih kepada Abraham seperti yang telah

la janjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kita sejak zaman purbakala. Allah Bapa penuh kasih setia. la menghendaki kita memiliki kasih setia yang sama kepada-Nya dan setia pada perjanjian. Dialah Allah kita dan kita umat-Nya, yang melaksanakan kehendak-Nya dan menjadi saudara dan saudari Yesus, Putra-Nya.

Ya Tuhan, jadikanlah kami putra dan putri-Mu yang setia. Semoga kami panjang sabar dan berlimpah kasih setia sebagaimana yang Engkau tunjukkan kepada kami, umat kesayangan-Mu. Amin. (gg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved