Kamis, 30 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Selasa 6 Agustus 2024, Jubah Putih Bercahaya

Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 6 Agustus 2024.Tema renungan Katolik hari ini yaitu Jubah Putih Bercahaya.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Selasa 6 Agustus 2024, Jubah Putih Bercahaya
TRIBUNFLORES.COM / GG
BERDOA DI GEREJA - Seorang biarawan sedang berdoa dalam gereja.Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 6 Agustus 2024.Tema renungan Katolik hari ini yaitu Jubah Putih Bercahaya. 

Oleh: Pater John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Selasa 6 Agustus 2024.

Tema renungan Katolik hari ini yaitu Jubah Putih Bercahaya.

Renungan katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Selasa 6 Agustus 2024 merupakan Hari Selasa Biasa XVIII, Pesta Yesus menampakkan KemuliaanNya, dengan Warna Liturgi Putih.

Baca juga: Injil Katolik Hari Ini Selasa 6 Agustus 2024 Lengkap Mazmur Tanggapan

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 6 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Dan 7:9-10.13-14

Pakaian-Nya putih seperti salju.

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Tahta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, Beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya.

Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dihantar ke hadapan-Nya.

Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya, dan kerajaannya tidak akan binasa.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Mazmur Tanggapan Mzm 97:1-2.5-6.9

Ref: Tuhan adalah Raja, mahatinggi di atas seluruh bumi.

Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan Kedua 2Ptr 1:16-19

Suara itu kami dengar datang dari Surga.

Saudara-saudara, kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepada-Nya dan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baik kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing, dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Bait Pengantar Injil Mat 17:5c

Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.

Bacaan Injil Mrk 9:2-10

Inilah Anak yang Kukasihi.

Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes, dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka: Pakaian-Nya menjadi sangat putih berkilat-kilat.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian sampai seputih itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Petrus berkata demikian, sebab ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Dengan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling, mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati.’

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Hari ini, kita merayakan pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di hadapan tiga rasul terpilih, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Para rasul ini diajak Yesus ke atas sebuah gunung dan melihat Dia berubah rupa di hadapan mereka dengan jubah putih bercahaya.

Digambarkan bahwa saat itu Petrus sangat bahagia. Karena itu, ia langsung ingin membangun tiga kemah, masing-masing untuk Elia, Musa, dan Yesus. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi ketakutan ketika tiba-tiba turun awan yang terang menaungi mereka dan dari awan itu terdengar suara yang berkata, "Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia." Mendengar itu tersungkurlah murid-murid itu dan mereka sangat ketakutan. Namun, rasa takut itu hilang saat Yesus menyentuh mereka, dan berkata, "Jangan takut!"

Pada pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Tuhan Yesus menghendaki kita yang mendengar sabda-Nya pun ikut menikmati kemuliaan-Nya. Kita berbahagia karena Tuhan sendiri datang dan selalu menyertai kita. Tuhan membuka jalan bagi kita untuk menikmati kemuliaan Bapa dengan mengikuti-Nya, serta mendengar dan melakukan sabda-Nya di dalam keseharian hidup kita. Bapa sendiri menghendaki kita mendengar Putra-Nya. Dengan mendengar Yesus, kita mendengar Bapa sendiri karena Yesus dan Bapa adalah satu.

Tuhan, semoga pengalaman iman para rasul ini semakin meneguhkan iman kami akan Dikau dan kelak bersatu dalam kemuliaan-Mu. Amin. (gg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved