Selasa, 14 April 2026

Berita Manggarai Barat

20 Desa di Manggarai Barat Belum Deklarasi Stop BAB Sembarangan

20 desa di Kabupaten Manggarai Barat belum melakukan deklarasi stop buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF). 

Tayang:
Penulis: Berto Kalu | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto 20 Desa di Manggarai Barat Belum Deklarasi Stop BAB Sembarangan
TRIBUNFLORES.COM/IST
FOTO BERSAMA- Deklarasi stop BAB sembarangan di Desa Pondo, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. 

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu

TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Manggarai Barat belum melakukan deklarasi stop buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF).  Dari total 169 desa di Manggarai Barat, baru 149 desa yang mendeklarasikan stop BAB sembarangan.

"Persentasenya 88,17 persen dari total 169 desa/kelurahan di Manggarai Barat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat Adrianus Ojo, belum lama ini. 

Adrianus mengatakan deklarasi stop BAB terbaru yang dilakukan Dinkes Manggarai Barat di Desa Pondo, Kecamatan Lembor pada 27 Agustus 2024. 

 

Baca juga: Simak, Panduan Mengikuti Misa Kudus Bersama Paus Fransiskus di GBK pada Kamis 5 September 2024

 

 

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Dinkes Manggarai Barat melalui Puskesmas Wae Kanta dengan Yayasan Wahana Visi Indonesia Cluster Manggarai Raya. 

"Tujuannya menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa di Desa Pondo semua rumah tangga sebanyak 356 rumah sudah memiliki jamban sehat dan tidak ada lagi anak-anak dan orang dewasa yang BAB sembarangan," ujarnya. 

Adrianus berharap desa tersebut tidak hanya menjalankan satu pilar STBM, akan tetapi menjalankan pilar STBM lainnya seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga, mengelola sampah rumah tangga dan mengelola limbah cair rumah tangga.

"Semoga lima pilar STBM tercapai," katanya. 

 

Baca juga: Ini Sejumlah Tempat yang Dikunjungi Paus Fransiskus dan Agenda Kegiatannya di Indonesia 

 

Pihaknya berkomitmen menjadikan Manggarai Barat menjadi kabupaten sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dan daerah menuju Kabupaten Layak Anak, serta dalam rangka mewujudkan Kabupaten Kota Sehat (KKS). 

Ia juga menekankan pentingnya peran serta semua sektor agar dapat berkolaborasi secara maksimal sehingga kesehatan masyarakat dapat terwujud secara optimal.

"Berharap agar seluruh masyarakat menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan berhenti buang air besar sembarangan," imbuhnya. 

 

Berita TribunFlores.com Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved