Gunung Lewotobi Erupsi
Operasional Bandara Turelelo Soa di Ngada Kembali Dibuka Pasca Ditutup Dua Hari
Yudhi mengatakan, kembali beroperasinya Bandara Turelelo Soa Bajawa belum stabil. Hal itu disebabkan aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki erupsi.
Penulis: Charles Abar | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BANDARA-SOA-Bandar-Udara-Turelelo-Soa-Bajawa-Kabupaten-Ngada.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM,BAJAWA- Dampak erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki menyebabkan penerbangan dari dan menuju Bandara Turelelo Soa, Kabupaten Ngada sempat tidak beroperasi sejak tanggal 6 September 2024.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Soa Bajawa Yudhi A.S. Ndoen mengatakan pemberhentian sementara akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, Flores Timur.
Ia mengatakan erupsi gunung Lewotobi Laki-laki mengakibatkan penerbangan Kupang-Soa gangguan akibat abu vulkanik dan mengganggu lalulintas udara.
"Kita menghentikan operasi sejak 6-7 September. Hari ini (Senin 9 Septemer 2024) kembali beroperasi," kata Yudhi kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin 9 September 2024.
Baca juga: Ini Pesan Bupati Ngada Saat Resmikan Gereja Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa Pos Pelayanan Soa
Yudhi mengatakan, kembali beroperasinya Bandara Turelelo Soa Bajawa belum stabil. Hal itu disebabkan aktivitas gunung Lewotobi Laki-laki masih mengalami erupsi.
“Kita belum memastikan apakah penerbangan sudah sudah stabil kedepan. Karena kita sesuaikan dengan arah angin dan kondisi dampak erupsi gunung Lewotobi,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau kepada penumpang agar selalu mengupdate informasi melalui saluran resmi agar jadwal perjalanan tidak terganggu.
"Sebagai kepala bandara kami sarankan ke para penumpang untuk selalu cek informasi agar jadwal perjalanan tidak terganggu," imbuhnya.
Diketahui Gunung Lewotobi laki-laki Flores Timur, NTT kembali erupsi Minggu (08/09/2024).
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 2.284 meter di atas permukaan laut.(Cr2).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News