Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Senin 9 September 2024, Bebas Melayani Sesama
Mari simak renungan harian Katolik Senin 9 September 2024.Tema renungan harian Katolik bebas melayani sesama.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mari-simak-Bacaan-Injil-Katolik-Kamis-12-Oktober-2023.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Senin 9 September 2024.
Tema renungan harian Katolik bebas melayani sesama.
Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Senin 9 September 2024 merupakan Hari Senin Biasa XXIII, Perayaan fakultatif Santo Petrus Klever, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.
Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Senin 9 September 2024 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 9 September 2024 Pekan Biasa
Bacaan Pertama 1Kor 5:1-8
Buanglah ragi yang lama;sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita, telah disembelih.
Saudara-saudara, ada berita bahwa di antara kalian terdapat percabulan;bahkan percabulan yang begitu rupa yang di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun tidak terdapat; yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian, kalian malahan menyombongkan diri. Tidakkah lebih patut kalian berdukacita dan menyingkirkan orang yang berbuat demikian dari tengah-tengah kalian?
Sekalipun aku tidak hadir secara badani namun secara rohani aku hadir, dan aku menjatuhkan hukuman atas orang yang berbuat demikian, seakan-akan aku hadir di tengah kalian. Jadi, bila kita, kalian bersama dengan aku, berkumpul dalam roh dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan kepada Iblis dalam nama Tuhan Yesus, sehingga tubuhnya binasa, tetapi rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
Maka tidak baiklah kalian menyombongkan diri. Tidak tahukah kalian, bahwa ragi yang sedikit saja dapat meresapi seluruh adonan? Maka buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan yang baru, sebab kalian memang tidak beragi. Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, melainkan dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 5:5-6.7.12
Ref:Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan;orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong,Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita,mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya,karena Engkau menaungi mereka;karena Engkau,akan bersukarialah orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Bait Pengantar Injil Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bacaan Injil Luk 6:6-11
Mereka mengamat-amati Yesus,kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat.
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar.Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah.
Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Apakah maksud Allah dengan memberikan perintah untuk menguduskan hari Sabat? (Kel. 20:8; UI. 5:12).
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ingin menangkap Yesus ketika Dia melanggar aturan ritual hari Sabat supaya mereka dapat menuntut-Nya atas dasar pelanggaran hukum Allah.
Namun, Yesus mengetahui pikiran mereka. Mengapa mereka berusaha menjatuhkan Yesus? Sebab mereka merasa diri benar sehingga seolah-olah memiliki otoritas untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Sikap legalistis telah menjerat mereka sendiri.
Aturan lahiriah lebih dipentingkan daripada tujuan utama aturan tersebut. Yesus menunjukkan kekeliruan mereka dengan menunjukkan mengapa Allah menetapkan hari Sabat bagi mereka.
Hal yang lebih penting adalah melakukan kebaikan dan menyelamatkan kehidupan, bukan untuk melakukan kejahatan atau membinasakan kehidupan.
Umat Kristiani merayakan hari Minggu sebagai Hari Tuhan, untuk memperingati karya penebusan Allah dalam Yesus Kristus dan karya ciptaan baru yang Dia selesaikan melalui kematian dan kebangkitan Kristus.
Mengambil "Sabat" atau "istirahat" adalah cara untuk mengungkapkan penghormatan kepada Allah atas semua yang telah Dia lakukan bagi kita.
Namun, "istirahat" seperti itu tidak membebaskan kita dari kasih kita kepada sesama.
Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Allah di atas segalanya maka kasih kepada Allah akan tercermin dalam kasih kepada sesama.
Apakah kita telah menghormati Allah dengan cara merayakan hari Minggu, Hari Tuhan, dan dengan cara kita memperlakukan sesama?
Tuhan, dalam kemenangan-Mu atas dosa dan maut dan dalani kebangkitan-Mu, Engkau memberi kami jaminan untuk mengambil bagian dalam peristirahatan abadi di surga.
Ubahlah hati kami dengan kasih-Mu sehingga kami dapat dengan bebas melayani sesama dan menemukan sukacita serta kesegaran dalam perayaan hari Minggu sebagai hari Tuhan. Amin. (gg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.