Gunung Lewotobi Meletus
Aktivitas Masih Tinggi, Gunung Lewotobi Laki-laki 9 Kali Gempa Hari Ini
Puncak Gunung Lewotobi Laki-laki tampak mengeluarkan asap yang membumbung cukup tinggi.
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MELETUS-Gunung-Lewotobi-Laki-laki-menyemburkan-asap-Minggu-1-Desember-2024-ntt.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, masih menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi selama enam jam terakhir, Minggu, 1 Desember 2024.
Sejak pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita, gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu mengalami sembilan kali gempa dengan status Level IV (Awas).
Aktivitas ini lebih tinggi dari Sabtu kemarin yang hanya dua kali gempa. Puncak Gunung Lewotobi Laki-laki tampak mengeluarkan asap yang membumbung cukup tinggi.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat aktivitas dalam enam jam, diantaranya 3 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frekuensi, 1 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, dan 1 kali gempa tektonik jauh.
Baca juga: Anton Doni Dihen Kunjungi Penyintas Lewotobi di Posko Pengungsian
Selain itu, PGA Lewotobi Laki-laki melaporkan adanya Tremor Menerus (Microtremor) atau getaran. Tremor ini terekam dengan amplitudo 1.4 sampai 2.9 mm.
"Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level IV (Awas)," demikian bunyi laporan dalam grup whatsapp.
Aktivitas kegempaan ini akan menyuplai magma dari dalam perut gunung. Hingga kini Gunung Lewotobi Laki-laki terus mengalirkan lava panas ke dua sisi.
Di sisi timur laut, PGA Lewotobi melaporkan aliran lava sejauh lebih kurang 4.340 meter dari pusat erupsi, sementara barat-barat laut sejauh 3.800 meter dari pusat erupsi.
Saat malam hari, muncul titik api pada puncak kawah Gunung Lewotobi Laki-laki yang berdiri berdampingan dengan Gunung Lewotobi Perempuan itu.
Api akibat muntahan lava di timur laut berada tak jauh dengan Desa Nobo dan Nurabelen di Kecamatan Ile Bura. Sementara arah barat laut kian dekat dengan Desa Hokeng Jaya dan Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.
Masyarakat di desa-desa terdampak, baik di Wulanggitang dan Ile Bura, masih mengungsi di tempat aman. Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur menetapkan tanggap darurat sejak 4 November hingga 31 Desember 2024.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News