Hari Anti Korupsi Sedunia di Sikka
Cegah Korupsi PBJ di Sikka, Ini Tips dari Petrus Fransiskus de Ornay
hli Pengadaan Barang dan Jasa dari Politeknik Negeri Kupang (PNK), Petrus Fransiskus de Ornay menjadi narasumber dalam FGD Hari Anti Korupsi
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/FGD-di-Kabupaten-Sikka-yang-digelar-Kejari-Sikka-di-Hotel-Go-Maumere.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Ahli Pengadaan Barang dan Jasa dari Politeknik Negeri Kupang (PNK), Petrus Fransiskus de Ornay menjadi narasumber dalam FGD Hari Antikorupsi Sedunia di Sikka yang berlangsung di Hotel Go Maumere, Senin, 9 Desember 2024 pagi.
Petrus dalam pemaparannya mengatakan, upaya pencegahan korupsi pada pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ia menekankan pentingnya keahlian dan memenuhi syarat kompetensi pelaku pengadaan barang dan jasa, salah satunya PPK.
Dosen PNK ini mengatakan, tujuan pengadaan barang dan jasa menghasilkan barang atau jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan diukur dari aspek kualitas, jumlah, waktu biaya, lokasi dan penyedia.
"Kualitas harus sesuasi dengan spek, jika tidak sesuai atau berbeda lakukan adendum dan tidak usah dibayar,"tegasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kajari Ina Malo : Ada Keluhan Cari PPK Sulit Lebih Sulit dari Cari Jodoh
Ia juga mengingatkan etika pengadaan barang dan jasa, untuk menghindari dan mencegah pemborosan dan kebocoran keuangan negara.
Selain itu sebagai pelaku pengadaan, harus mencegah penyalagunaan wewenang, tidak menawarkan, atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan, komisi dan apa saja berkaitam dengan pengadaan barang dan jasa.