Senin, 4 Mei 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 14 Januari 2025, Yang Kudus dari Allah

Mari simak renungan harian Katolik Selasa 14 Januari 2025.Tema renungan harian Katolik yaitu Yang Kudus dari Allah.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Selasa 14 Januari 2025, Yang Kudus dari Allah
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan harian Katolik Selasa 14 Januari 2025.Tema renungan harian Katolik yaitu Yang Kudus dari Allah. 

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 14 Januari 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu Yang Kudus dari Allah.

Renungan harian katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Renungan harian katolik disiapkan untuk pekan biasa.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 14 Januari 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Selasa 14 Januari 2025 merupakan Hari Selasa Biasa Pekan I, Santo Feliks dari Nola, Martir, Santa Makrina Tua, Pengaku Iman, Santo Sava, Uskup dan Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 14 Januari 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Ibrani 2:5-12

"Yang disempurnakan dengan penderitaan."

Saudara-saudara, dunia yang akan datang, yang sedang kita bicarakan, ditaklukkan oleh Allah bukan kepada malaikat-malaikat. Sebab ada orang yang pernah memberi kesaksian dalam Kitab Suci, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Atau apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Namun untuk waktu yang singkat Engkau telah membuatnya hampir setara dengan Allah, dan memahkotai dia dengan kemuliaan dan semarak; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.”

Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada Yesus, tidak ada sesuatu pun yang dikecualikan-Nya, artinya yang tidak ditaklukkan kepada Yesus. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

Yang kita lihat ialah bahwa untuk waktu yang singkat Yesus telah direndahkan sedikit di bawah malaikat-malaikat, tetapi oleh derita kematian-Nya Ia telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat.

Dan berkat kasih karunia Allah Yesus mengalami maut bagi semua orang. Memang Allah menjadikan segala sesuatu bagi diri-Nya dan mengantar banyak orang kepada kemuliaan.

Maka sudah sepatutnya Ia pun menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. Sebab Dia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan semua berasal dari Yang Satu.

Itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara, ketika Ia berkata, “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji Engkau di tengah-tengah umat.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9

Ref. Engkau membuat Anak-Mu berkuasa atas segala buatan tangan-Mu.

Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi! Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

Domba, sapi, dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya, alleluya.

Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana sebenarnya, sebagai Sabda Allah.

Bacaan Injil Markus 1:21b-28

"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa."

Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: yakni Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik


Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Yang kudus dari Allah selalu merujuk kepada segala sesuatu yang berasal dari Allah sendiri. Dan salah satu yang secara nyata datang dari Allah adalah Yesus Kristus. Dialah yang kudus dari Allah dan Dialah Putera Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yang kudus dari Allah selalu mewakili kehadiran Allah. 

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita diajak untuk merenungkan dua bagian penting dari Kitab Suci: Ibrani 2:5-12 dan Markus 1:21b-28. Tema "Yang Kudus dari Allah" mengajak kita untuk memahami identitas Yesus sebagai Mesias dan bagaimana Dia berfungsi sebagai perantara antara Allah dan manusia. Dalam bacaan pertama (Ibrani 2:5-12) ini, penulis Ibrani menjelaskan bahwa dunia yang akan datang tidak ditaklukkan kepada malaikat, tetapi kepada Yesus. Dia yang telah direndahkan sedikit di bawah malaikat, kini dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena penderitaan-Nya.

Ini menunjukkan bahwa melalui penderitaan, Yesus menyempurnakan misi-Nya untuk membawa banyak orang kepada keselamatan. Dia tidak malu untuk menyebut kita sebagai saudara-saudara-Nya, yang menunjukkan kedekatan dan kasih-Nya kepada umat manusia. Sedangkan dalam Injil  (Markus 1:21b-28), kita melihat Yesus mengajar di rumah ibadat Kapernaum dengan kuasa yang mengagumkan. Ketika seorang yang kerasukan roh jahat berteriak, Yesus dengan tegas menghardik roh tersebut dan mengusirnya.

Tindakan ini menunjukkan otoritas Yesus sebagai "Yang Kudus dari Allah," yang memiliki kuasa atas roh-roh jahat. Reaksi orang-orang yang menyaksikan peristiwa ini adalah ketakjuban, dan mereka mulai membicarakan tentang ajaran-Nya yang baru dan kuasa-Nya yang luar biasa. Permenungan kita adalah melalui kedua bacaan ini, kita diingatkan akan kekuatan dan kuasa Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah. Dia bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga penyelamat yang berkuasa atas segala sesuatu, termasuk kuasa kegelapan.

Penderitaan yang Dia alami bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemuliaan dan keselamatan bagi kita semua. Kita diajak untuk mengenali dan mengakui Yesus dalam hidup kita, serta untuk tidak ragu dalam menyerahkan segala pergumulan kepada-Nya.

Namun betapa sering kita belum sadar secara penuh akan kuat kuasa Allah dalam diri Yesus Kristus dan masih saja mengandalkan kuasa-kuasa kegelapan lainnya yang pada akhirnya membawa kepada kebinasaan, dosa dan maut. Maka marilah kita dengan rendah hati mengubah hati kita untuk selalu menghadirkan kuasa Tuhan dalam hidup kita dan bukan mengandalkan kuasa-kuasa lainnya. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: Sebagai umat beriman, marilah kita terus mendekatkan diri kepada Yesus, yang tidak hanya mengajarkan kebenaran, tetapi juga menghidupi kebenaran itu dalam setiap tindakan-Nya. Kedua, kita dipanggil untuk menjadi saksi akan kuasa-Nya dalam hidup kita sehari-hari dan menjadi alatNya untuk berbagi kasih Tuhan kepada semua orang. Ketiga, tetap menaruh iman kita kepada Kristus sebagai Tuhan dan penyelamat kita dan menerima Dia dalam hidup harian kita.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved