Danau Kelimutu
Danau Kelimutu di Ende NTT, Situs Warisan Geologi Indonesia
Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, selain destinasi wisata, danau vulkanik itu merupakan warisan geologi Indonesia.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/DANAU-KELIMUTU-Danau-Kelimutu-di-Kabupaten-Ende-Pulau-Flores-Provinsi-Nusa-Tenggara-Timur.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, ENDE- Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu destinasi wisata alam yang popular tidak hanya dikalangan wisatawan domestik namun menarik wisatawan mancanegara.
Danau dengan tiga kawah di puncak Gunung Kelimutu ini memiliki tiga warna, merah, hitam, dan hijau. Tiga warna inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama Danau Kelimutu.
Udara masing-masing danau kawah memiliki warna yang berbeda-beda dan selalu berubah pada periode tertentu akibat pengaruh gas vulkanik, kedalaman danau, dan jenis gang tertentu. Tingkat keasaman danau juga relatif asam dengan pH sekitar 2.
Tiga danau kawah itu merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan eksplosif Gunung Kelimutu. Diperkirakaan usia Gunung Api Muda Kelimutu yang berumur Holosen aau lebih muda dari 11.700 tahun.
Baca juga: Fenomena Perubahan Warna Air Danau Kelimutu, Badan Geologi Lakukan Penelitian
Danau yang berwarna biru bernama Tiwu Ata Bupu yang artinya danau orang tua. Danau yang berwarna merah bernama Tiwu Ata Polo yang artinya danau sihir. Danau yang berwarna hijau bernama Tiwu Nuwa Muri Kou Fai yang artinya danau muda-mudi.
Dikutip nativeindonesia.com nama Kelimutu berasal dari dua buah suku kata, yakni Keli yang artinya Gunung dan Mutu yang artinya Mendidih. Sehingga jika digabungkan menjadi gunung yang mendidih.
Danau Kelimutu pertama kali ditemukan oleh seorang warga Belanda yang bernama Van Such Telen yakni pada tahun 1915. Sekitar tahun 1929, seorang seniman yang bernama Y. Bournan melukis dan menulis tentang danau tersebut.
Pada tanggal 26 Februari tahun 1992, kawasan ditetapkan sebagai kawasan konversi alam nasional yang dikenal dengan nama Taman Nasional Kelimutu.
Baca juga: Air Danau Kelimutu Ende Berubah Warna, Sebelum Hitam Air Danau Tiwu Ata Polo Hijau hingga Coklat
Sejarah Danau Kelimutu ini tak terlepas dari cerita legenda dan mitos yang berkembang dan yang dipercayai masyarakat setempat.
Selain sebagai destinasi wisata, dilansir laman resmi Badan Geologi, Danau Kelimutu adalah situs warisan geologi Indonesia.
Ada sekitar 201 situs warisan geologi atau geosite yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia berdasarkan pada Keputusan Menteri ESDM. Salah satunya Danau Kelimutu.
Warisan geologi atau geoheritage adalah keragaman geologi atau geodiversity yang memiliki nilai lebih sebagai suatu warisan karena menjadi rekaman yang pernah atau sedang terjadi di bumi yang karena nilai ilmiahnya tinggi, langka, unik, dan indah, sehingga dapat digunakan untuk keperluan penelitian dan pendidikan kebumian .
Berita TribunFlores.com lainnya di Google News
Warisan Geologi Indonesia
Warisan Geologi
geoheritage
Danau Kelimutu
ende
NTT
Tempat wisata Ende
wisata ntt
Pulau Flores NTT
TribunEvergreen
TribunFlores.com
| Kepala TN Kelimutu Ungkap Syarat dan Ketentuan saat Berkunjung ke Danau Kelimutu Ende NTT |
|
|---|
| Fenomena Perubahan Warna Air Danau Kelimutu, Badan Geologi Lakukan Penelitian |
|
|---|
| 6 Tempat Wisata di Sekitar Danau Kelimutu Ende, Ada Air Terjun hingga Agrowisata |
|
|---|
| Rekomendasi 6 Tempat Berburu Sunrise di Pulau Flores NTT, Ada Bukit Wolobobo hingga Danau Kelimutu |
|
|---|