Sabtu, 11 April 2026

Cuaca Buruk di Labuan Bajo

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Labuan Bajo, NTT

Stasiun Meteorologi Komodo mengimbau nelayan dan pelaku pariwisata mewaspadai gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Tayang:
Penulis: Berto Kalu | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Labuan Bajo, NTT
TRIBUNFLORES.COM/BERTO KALU
CUACA BURUK - Kapal wisata berlabuh di perairan Labuan Bajo karena cuaca buruk, Januari 2025. 

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu

TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Stasiun Meteorologi Komodo mengimbau nelayan dan pelaku pariwisata mewaspadai gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

"Gelombang laut diperkirakan berada di kisaran 0,5 hingga 1,5 meter, namun pada kondisi terjadi cuaca ekstrem, tinggi gelombang bisa meningkat secara signifikan," jelas Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, Senin 27 Januari 2025.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau untuk mewaspadai arus laut yang dapat dipengaruhi oleh angin, serta topografi dan batimetri wilayah yang mempengaruhi arah dan kecepatan arus. 

"Pastikan keselamatan selalu menjadi prioritas utama dengan mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari otoritas terkait. Hindari beraktivitas di laut jika kondisi cuaca tidak mendukung demi keselamatan bersama," kata Maria berpesan. 

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah di NTT

 

Lebih lanjut dijelaskan, wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem, sebagaimana peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang. 

Menurut Maria wilayah Manggarai Barat saat ini masih berada di periode musim hujan dan sedang menuju puncak musim hujan. Hal ini ditunjukkan dengan masih aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah. 

"Musim hujan pada periode ini disertai dengan fenomena la nina lemah, yang artinya ada potensi curah hujan tinggi dibanding normalnya. Dalam minggu ini, gelombang ekuatorial Rossby turut mempengaruhi curah hujan di Manggarai Barat, ditambah dengan adanya daerah tekanan rendah di selatan NTT," jelasnya. 

Kondisi ini, lanjut dia, menyebabkan wilayah Manggarai Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam beberapa hari ke depan. 

"Kami memperkirakan potensi cuaca ekstrem ini dapat berlangsung hingga awal Februari, namun akan kami perbarui setiap harinya," ungkapnya. 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir, dan jalanan licin yang bisa membahayakan keselamatan. 

"Terutama, potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, serta sambaran petir yang berbahaya bagi aktivitas di luar ruangan. Hujan lebat juga dapat menyebabkan jarak pandang terbatas, sehingga para pengendara diharapkan berhati-hati di jalan," imbuhnya. 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved