Injil Katolik Hari Ini
Injil Katolik Hari Ini Rabu 29 Januari 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan
Mari simak injil katolik hari ini Rabu 29 Januari 2025.Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-PEMO-Gereja-Katolik-di-Pemo-Kelimutu-Ende-NTT.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil katolik hari ini Rabu 29 Januari 2025.
Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik.
Injil katolik hari ini disiapkan untuk pekan biasa III.
Warna liturgi hijau.
Bacaan hari Rabu: Ibr. 10: 11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20 dan BcO Rm. 9:19-33.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 29 Januari 2025, Menjadi Penabur
Bacaan pertama:
Ibr 10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
Ibr 10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
Ibr 10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
Ibr 10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
Ibr 10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,
Ibr 10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,
Ibr 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."
Ibr 10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.
Mazmur Tanggapan:
Mzm 110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
Mzm 110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!
Mzm 110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
Mzm 110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."
Injil Katolik:
Mrk 4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
Mrk 4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
Mrk 4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Mrk 4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Mrk 4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Mrk 4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Mrk 4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Mrk 4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
Mrk 4:9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Mrk 4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
Mrk 4:11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
Mrk 4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."
Mrk 4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
Mrk 4:14 Penabur itu menaburkan firman.
Mrk 4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Mrk 4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
Mrk 4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Mrk 4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
Mrk 4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Mrk 4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
Renungan Katolik
Tuhan Yesus selalu mengambil contoh dalam bentuk perumpamaan yang sangat sesuai dengan tempat di mana la mewartakan sabda dan menghadirkan Kerajaan Allah. la mengambil contoh-contoh dalam kehidupan agraris. maritim. dalam tata pemerintahan, militer dan perdagangan.
Semua aspek kehidupan manusiawi kita diaiarkan oleh Yesus kepada kita. Tuhan mengajarkan semua ini karena la menghcndaki kita meniadi kudus. la bahkan mengorbankan diri-Nya sendiri untuk kekudusan kita. Penulis surat kepada Umat Ibrani berkata, "Sebab oleh satu korban saja la telah menyempurnakan untuk selajna-latnanya mereka yang la kuduskan" (Ibr. 10:14)
Bagaimana caranya menuju kekudusan? Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk menyiapkan hati kita dengan baik supaya sabda Tuhan benar-benar bertumbuh subur dan menghasilkan buah berupa kebajikan-kebajikan yang melimpah. Tuhan sendiri yang mewartakan sabda dan diharapkan supaya berbuah melimpah dalam hidup kita.
Nabi Yesaya pernah berkata, "Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi. membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan" (Yes. 55: 10). Kita perlu mengintrospeksi diri masing-masing di hadapan Tuhan. Tuhan sendiri menjadi penabur yang menaburkan benih, yakni sabda-Nya, maka hati kita janganlah menjadi seperti benih yang jatuh di pinggir jalan, di atas batu dan di antara semak berduri, namun haruslah di tanah yang subur sehingga menghasilkan buah melimpah. Apakah hati kita menjadi tempat yang subur bagi sabda Tuhan?
Ya Tuhan, bantulah kami untuk meresapkan sabda-Mu dengan baik sehingga menghasilkan buah dalam ketekunan kami. Amin.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.