Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Kamis 13 Februari 2025, Menerobos Sekat

Mari simak renungan Katolik Kamis 13 Februari 2025.Tema renungan Katolik menerobos sekat . Renungan katolik disiapkan oleh Pastor John Lewar, SVD.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Kamis 13 Februari 2025, Menerobos Sekat
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN LEWAR SVD - Sosok Pater John Lewar, SVD. Mari simak renungan Katolik Kamis 13 Februari 2025.Tema renungan Katolik menerobos sekat . Renungan katolik disiapkan oleh Pastor John Lewar, SVD. 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 13 Februari 2025.

Tema renungan Katolik menerobos sekat .

Renungan katolik disiapkan oleh Pastor John Lewar, SVD.

Renungan katolik disiapkan untuk hari pekan V.

Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 13 Februari 2025, Makan Remah-remah

 

Kamis 13 Februari 2025 merupakan aari Kamis biasa V, Santo Yulianus dari Antiokhia, Martir, Santa Kristina dari Spoleto, Janda, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 13 Februari 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kejadian 2:18-25

"Tuhan membawa Hawa kepada Adam, dan keduanya menjadi satu daging."

Tuhan Allah bersabda, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja! Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Maka, Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara.

Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana manusia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Lalu berkatalah manusia itu, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 128:1-2,3,4-5

Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan

Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!

Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.

Bacaan Injil Markus 7:24-30

"Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya. Tetapi, kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Malah di situ ada seorang ibu, yang anak perempuannya kerasukan roh jahat. Begitu mendengar tentang Yesus. Ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.

Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan dari anaknya. Yesus lalu berkata kepadanya, “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan! Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Lalu Yesus berkata kepada ibu itu, “Karena kata-katamu itu, pulanglah, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Ibu itu pulang ke rumah dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio: 

Injil Markus (7: 24-30) hari ini bercerita tentang seorang perempuan dari 
Siro-Fenisia yang datang kepada Yesus dan memohon agar Anaknya yang 
sedang kerasukan dapat disembuhkan. Namun apa yang terjadi? Dia 
tidak langsung memperoleh apa yang dimintanya. Mengapa begitu? 
Karena dia berkebangsaan non Israel. Untuk diketahui, bangsa Siro
Fenisia dalam pandangan Yahudi adalah kafir, rendah dan najis.

Sebutan anjing adalah hal yang lazim dikenakan kepada  orang-orang yang tidak 
mengenal Tuhan. Mereka disamakan dengan anjing yang haram bagi 
orang Yahudi. Apalagi dia adalah seorang perempuan. Perempuan tak 
pantas menemui seorang rabi atau guru laki-laki Yahudi. Dia ditantang  
oleh Yesus. Tapi lihatlah perempuan ini, apakah dia menyerah?

Tidak. Dia tidak putus asa.  Dengan penuh kerendahan hati, dia terus meminta 
sambil mengakui semua yang dikatakan Yesus kepadanya. Tanpa diduga, 
semua perjuangannya, tidaklah sia-sia. Dengan perkataannya, dia 
mampu meluluh-lantahkan hati Yesus. Akhirnya Yesus terkagum-kagum 
dengan apa yang dikatakan perempuan itu. 

Yesus menerima perempuan itu, walau diawali dengan ujian. Sikap Yesus 
yang melampaui tradisi itu menunjukkan bahwa menolong manusia itu 
lebih utama dari apa pun. Lebih utama dari tradisi, status sosial dan 
aturan apa pun yang dibuat oleh manusia. Bahkan Yesus rela terusik 
kenyamanan pribadiNya yang ingin bersembunyi dari kerumunan orang 
banyak demi menolong perempuan “kafir” itu. Yesus menerobos sekat 
duniawi, tembok pemisah demi menyembuhkan anak dari ibu yang teguh 
imannya itu. 

Terkadang dalam kehidupan kita sehari-hari, hidup tidak berjalan mulus. 
Ada kalanya kita merasa gagal dalam hidup. Kita merasa gagal karena 
segala perjuangan dan jeri payah seakan-akan terasa sia-sia dan tak 
berguna. Kita berdoa kepada Tuhan, tapi sepertinya Tuhan tidak 
mengabulkan permohonan kita.

Jika halnya demikian, kita dapat belajar dari Injil hari ini. Kita dapat belajar dari perempuan Siro-Fenisia. Kita dapat belajar bagaimana dia berjuang untuk memohon kesembuhan bagi 
anaknya. Kita juga dapat belajar bagaimana bersikap rendah hati dan 
percaya kepada Tuhan. Melalui kedua sikap inilah maka dia memperoleh 
kesembuhan bagi anaknya.  

Maka, dalam perjuangan hidup kita sehari-hari, hendaklah kita bersikap 
demikian. Sikap yang senantiasa rendah hati dan tetap percaya akan 
kuasa Tuhan. Tuhan pasti mendengar keluh kesah, permintaan, 
permohonan kita. Yesus mengabulkannya. 

Kekuatan tekad perempuan Siro-Fenisia menginspirasi kita untuk ulet dan 
tidak putus asa dalam menghadapi semua permasalahan hidup seberat 
apapun. Semua permasalahan hidup tidak dapat diselesaikannya hanya 
dengan semangat yang rapuh dan loyo. Kemauan dan tekad yang kuat 
merupakan motor yang menghasilkan „mukjizat‟ yang membawa kita 
keluar dari kesulitan kita. Banyak prestasi besar yang terukir berkat 
kekuatan sebuah tekad, banyak kesembuhan yang terjadi berkat tekad 
dan harapan besar dari si sakit. 

Dari perempuan itu kita juga bisa belajar untuk menjadi orang yang 
selalu berkata dan bersikap positif, tidak peduli dalam suasana yang tidak 
kondusif. Baginya kesembuhan anaknya jauh lebih penting daripada 
reaksi orang atas usahanya mencari kesembuhan bagi anaknya.

Kata kata positif dapat mengubah dunia. Kata-kata positif selalu dapat 
menumbuhkan diri sendiri dan orang lain. Dan Tuhan Yesus sangat 
menghargai kata-kata positif dari perempuan itu. 

Missio: 

Mari kita tekun berdoa. Doa mengajarkan kita untuk semakin percaya 
kepada Tuhan dan menyerahkan diri kepadaNya. Kita meneladani 
semangat kerendahan hati dan daya juang dari perempuan Siro Fenisia, 
tanpa mengenal lelah dan tanpa putus asa. 

Doa: 

Tuhan, Kami tahu bahwa kami ini manusia lemah dan tak berdaya. 
Tambahkanlah kepercayaan kami bahwa Engkau sungguh mampu 
menyembuhkan segala penyakit dan kesusahan kami.

Berilah kami juga karunia kerendahan hati seperti ibu Siro Fenisia untuk selalu sujud 
menyembah Dikau. 

Sahabatku yang terkasih, salam sehat selalu dan selamat Hari Kamis. 
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. 


Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved